WARTALENTERA – Puncak arus mudik masa libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) diperkirakan jatuh pada 19-20 Desember 2025. Hal ini seiring dengan masa liburan sekolah yang akan dimulai pada 22 Desember 2925.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkirakan puncak arus mudik masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jatuh pada 19 dan 20 Desember 2025.
“Karena libur sekolah itu sudah dimulai pada 22 Desember, sehingga biasanya begitu mulai libur sekolah, maka hari Jumatnya akan terjadi lonjakan di terminal-terminal yang ada di Jakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan berbagai persiapan menjelang masa libur Nataru, terutama terkait angkutan transportasi. Di antaranya dengan menggelar pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) pada kendaraan yang akan beroperasi dan mengecek kesiapan terminal-terminal keberangkatan bus.
“Harapannya, keseluruhan armada yang beroperasi pada empat terminal AKAP di Jakarta, yaitu Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok itu sudah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,” ujar Syafrin.
Selain itu, imbuhnya, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus.
Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan, dan Tanjung Priok, Dishub DKI turut menyiapkan tiga terminal bantuan, yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol, dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru.
Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dinas Perhubungan DKI, yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.
“Prinsipnya, selama masa libur Nataru ini, kami menyiapkan petugas dan seluruh sarana prasarana agar penyelenggaraannya selamat, aman, nyaman, dan masyarakat dalam melakukan kegiatan itu lancar, dan tentu memenuhi aspek keselamatan di jalan,” tutur Syafrin.(inx)


