WARTALENTERA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan keprihatinan atas operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel.
Dalam keterangannya melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis, Iqbal menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat negara agar berhati-hati dan tidak tergoda praktik korupsi, sebagaimana pesan Presiden Prabowo Subianto. “KSPI dan Partai Buruh mengimbau seluruh pejabat untuk berhati-hati. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo, agar jangan melakukan korupsi, bisa saja digoda atau tergoda,” ujarnya.
Iqbal mengaku terkejut dengan kasus yang menimpa Noel, yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan hak-hak buruh, mulai dari kasus penahanan ijazah hingga praktik magang yang tidak sesuai undang-undang.
Sebagai sahabat, ia berpesan agar Noel bersikap kooperatif, sabar, dan menjelaskan fakta apa adanya kepada lembaga hukum. “Saya berharap Bang Noel kooperatif dan sabar, jelaskan saja apa adanya, dan tegakkan perlawanan terhadap korupsi atau tegakkan antikorupsi,” kata Iqbal.
Iqbal menambahkan, pejabat maupun aktivis buruh sering berhadapan dengan godaan uang dalam menangani pelanggaran perusahaan besar, seperti perizinan K3, pengelolaan limbah B3, pembayaran upah, maupun pesangon. Menurutnya, gaji seorang wamen maupun menteri yang masih jauh dari layak, membuat godaan itu kerap kali sangat kuat. “Kita tahu gaji seorang wamen, gaji seorang menteri, masih jauh dari layak. Sehingga, godaan itu selalu kuat,” ucapnya.
Iqbal menegaskan agar kasus yang menjerat Noel dijadikan pelajaran bersama untuk memperkuat pemberantasan korupsi di tanah air. “Kita lawan korupsi. Jadikan kasus wamenaker ini, Bang Noel, sebagai pelajaran kuat, jangan berhenti di retorika, tegakkan aturan,” tegasnya. (kom)


