warta lentera great work
spot_img

Selain Keluarga Jokowi, PDIP Pecat Kader Lain Total 27 Orang

Pelanggaran etik jadi alasan utama.

WARTALENTERA – Selain Joko Widodo (Jokowi) serta putra dan menantunya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP pecat kader lainnya sehingga total menjadi 27 orang. Surat pemecatan ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto pada 14 Desember 2024 sebelum diumumkan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun.

Pengumuman pemecatan 27 kader PDIP termasuk Jokowi serta putra dan menantunya yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, ini berdasarkan surat Keputusan (SK) Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024.

Surat pemecatan ini merupakan rekomendasi yang dihasilkan Rapat Permusyawaratan Majelis Komite Etik dan Disiplin Partai tertanggal 11 Oktober 2024. Masing-masing rekomendasi itu tertuang dalam Petikan Rekomendasi No.8/K.E.D-PDIP/X/2024; Petikan Rekomendasi No.9/K.E.D-PDIP/X/2024; dan Petikan Rekomendasi No.10/K.E.D-PDIP/X/2024.

“DPP PDI Perjuangan akan mengumumkan surat pemecatan terhadap Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Muhammad Bobby Afif Nasution serta 27 anggota lain yang kena pemecatan,” ujar Komarudin dalam video yang dirilis PDIP, Senin (16/12/2024).

Dalam surat itu, dijelaskan alasan PDIP pecat Jokowi. Disebutkan, bahwa Jokowi dipecat karena dianggap menyalahgunakan kekuasaan dan merusak tatanan demokrasi. Selain itu, sikap, tindakan, dan perbuatan Jokowi juga melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai 2019.

“Sdr. Joko Widodo, selaku Kader PDI Perjuangan yang ditugaskan oleh Partai sebagai Presiden Republik Indonesia Masa Bakti 2014-2019 dan 2019-2024, telah melanggar AD/ ART Partai Tahun 2019 serta Kode Etik dan Disiplin Partai dengan melawan terang-terangan terhadap keputusan DPP Partai terkait dukungan Calon Presiden dan Wakil Presiden pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024, dan mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik lain (Koalisi Indonesia Maju),” ujar Komarudin.

Sementara Gibran Rakabuming Raka dipecat karena melanggar etik partai karena maju calon wakil presiden 2024 dari partai lain. Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Gibran maju berpasangan dengan Prabowo Subianto dan diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM). Adapun Bobby Nasution dipecat lantaran maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) dari partai lain. Bobby maju di Pilkada Sumut 2024 diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus.

Lalu, siapa saja jajaran kader PDIP lainnya yang dipecat dari keanggotaan partai? Berikut daftarnya:

1. Budi Suryata (Asal daerah Nusa Tenggara Barat/NTB)
2. Putu Agus Suradnyana (Bali)
3. Putu Alit Yandinata (Bali)
4. Muhammad Alfian Mawardi (Kalimantan Tengah)
5. Hugua (Sulawesi Tenggara)
6. Elisa Kambu (Papua Barat Daya)
7. John Wempi Wetipo (Papua Tengah)
8. Willem Wandik (Papua Tengah)
9. Suprapto (Sorong/Papua Barat Daya)
10. Gunawan HS (Malang/Jawa Timur)
11. Heriyus (Murung Raya/Kalimantan Tengah)
12. Ery Suandi (Karimun/Kepulauan Riau)
13. Fajarius Laia (Nias Selatan/Sumatera Utara)
14. Mada Marlince Rumaikewi (Mamberamo Raya/Papua)
15. Feri Leasiwal (Morotai/Maluku Utara)
16. Lusiany Inggilina Damar (Halmahera Barat/Maluku Utara)
17. Dorthea Gohea (Nias Selatan/Sumatera Utara)
18. Weski Omega Simanungkalit (Tapanuli Tengah/Sumatera Utara)
19. Arimitara Halawa (Tapanuli Tengah/Sumatera Utara)
20. Camelia Neneng Susanty Sinurat (Tapanuli Tengah/Sumatera Utara)
21. Sihol Marudut Siregar (Tapanuli Tengah/Sumatera Utara)
22. Hilarius Duha (Nias Selatan/Sumatera Utara)
23. Yustina Repi (Nias Selatan/Sumatera Utara)
24. Effendi Muara Sakti Simbolon (DKI Jakarta)

Sama seperti Jokowi dan keluarganya, puluhan kader tersebut juga dinilai telah melanggar kode etik dan disiplin partai. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.

Mereka dipecat karena maju di Pilkada 2024 dari partai lain. Sebagian kader PDIP juga ada yang dipecat karena melanggar etik partai karena tidak mendukung calon yang diusung PDIP. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular