warta lentera great work
spot_img

Ketegangan Mereda, Trump Umumkan Gencatan Senjata 14 Hari

Iran sepakat membuka Selat Hormuz untuk sementara.

WARTALENTERA – Di ambang konfrontasi militer yang masif, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 14 hari dengan Iran. Keputusan ini diambil Washington dengan syarat utama: Teheran harus segera membuka kembali akses di Selat Hormuz.

Selain syarat tersebut, Trump mengeklaim bahwa militer AS telah berhasil menuntaskan seluruh target operasi mereka di Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Kabar mengenai jeda pertempuran ini pertama kali muncul melalui unggahan di akun Truth Social milik Trump pada Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat. Melansir Al Jazeera, pengumuman ini muncul hanya beberapa jam sebelum jadwal serangan besar-besaran yang sebelumnya telah direncanakan AS terhadap Teheran.

Langkah ini menandai perubahan arah kebijakan yang cukup drastis. Padahal sebelumnya, Trump sempat melontarkan ancaman keras bahwa peradaban Iran akan berakhir jika tidak tunduk pada kemauan Washington.

Peran Pakistan sebagai mediator

Dalam proses negosiasi yang alot selama beberapa pekan terakhir, Trump memberikan apresiasi khusus kepada Pakistan yang bertindak sebagai penengah. Namun, ia kembali menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat transaksional dan bergantung pada situasi di Selat Hormuz.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN Selat Hormuz SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” ujar Trump.

Trump juga menambahkan dengan tegas,”Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua sisi!”

Trump berdalih bahwa penghentian serangan ini dimungkinkan karena pihaknya merasa misi militer telah melampaui ekspektasi.

“Alasan untuk melakukan hal ini adalah karena kita telah mencapai dan melampaui semua tujuan militer, dan telah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, dan PERDAMAIAN di Timur Tengah,” tuturnya.

Proposal 10 Poin: Fondasi Perdamaian Baru?

Gencatan senjata yang dimulai pada Selasa malam sekitar pukul 18.32 waktu AS ini—hanya 90 menit sebelum tenggat waktu serangan—juga didasarkan pada dokumen baru. Trump menyebutkan bahwa proposal 10 poin yang disodorkan Iran adalah landasan yang cukup kuat untuk melangkah ke meja perundingan.

“Kita menerima proposal 10 poin dari Iran, dan meyakini bahwa itu adalah dasar yang layak untuk negosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan perjanjian itu untuk diselesaikan dan diwujudkan,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Trump mengungkapkan optimisme bahwa konflik berkepanjangan ini akan segera berakhir.

“Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan.”

Respons dari Teheran

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya kesepakatan temporer tersebut. Ia memastikan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka secara terbatas untuk memastikan keamanan selama masa gencatan senjata.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” ungkap Araghchi.

Ia juga mengatakan mengenai akses Selat Hormuz yang akan dibuka selama periode gencatan senjata.

“Selama periode dua minggu, perlintasan aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.”

Senada dengan Trump, Araghchi juga menyampaikan terima kasih kepada Pakistan atas upaya diplomasi “menit-menit terakhir” yang berhasil mencegah jatuhnya bom di tanah Iran.

Ke depannya, perundingan lanjutan dijadwalkan akan berlangsung di Islamabad. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bahkan memberikan sinyal positif bahwa gencatan senjata ini bisa saja diperpanjang jika proses negosiasi di Pakistan membuahkan hasil yang konkret. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular