WARTALENTERA-Universitas Indonesia (UI) terus berinovasi dalam bidang pendidikan dengan mengembangkan sistem pembelajaran berbasis siber, sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran UI sebagai institusi pendidikan unggulan yang berdampak luas.
Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan bahwa pengembangan pendidikan siber ini akan berjalan berdampingan dengan sistem pembelajaran konvensional. Tujuannya adalah memperluas jangkauan akses pendidikan tinggi ke seluruh pelosok negeri, terutama bagi masyarakat yang terkendala secara geografis atau waktu.
“Dengan pendidikan berbasis siber, peran UI sebagai guru bangsa akan menguat dengan meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya yang memiliki keterbatasan geografis atau waktu, serta memberdayakan masyarakat untuk memiliki keterampilan hidup di berbagai area,” ujar Heri dalam keterangannya, Senin (12/5/2025).
Manfaat dan Keunggulan Pendidikan Siber
Lebih lanjut, Heri menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis siber menawarkan berbagai keuntungan. Salah satunya adalah biaya yang lebih rendah dibandingkan pembelajaran tatap muka. Selain itu, sistem ini memungkinkan pembelajar untuk belajar secara mandiri dan fleksibel (self-paced), yang sangat ideal bagi mereka yang juga memiliki tanggung jawab pekerjaan atau keluarga.
UI juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat internasional untuk mengakses pendidikan melalui jalur bergelar maupun non-gelar, yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pengembangan Pendidikan Digital. Direktorat ini dibentuk di bawah kepemimpinan Heri untuk menjawab tuntutan zaman dan digitalisasi pendidikan.
“Tidak hanya untuk dalam negeri, pendidikan siber juga memperluas akses masyarakat internasional untuk studi di UI,” tambahnya.
Program Kolaboratif dan Dukungan KOICA
Program pendidikan daring UI dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dan memenuhi standar akademik yang tinggi. Dengan begitu, mahasiswa tak hanya mendapat pengetahuan, tapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.
Kolaborasi antara akademisi dan industri juga akan diperkuat guna menciptakan modul-modul pembelajaran digital yang langsung bersentuhan dengan realitas kerja. Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah kerja sama UI dengan KOICA (Korea International Cooperation Agency), lembaga pemerintah Korea Selatan yang aktif dalam kerja sama pembangunan dan kemanusiaan.
UI telah lama menjalin kemitraan dengan KOICA, dan salah satu hibah terbaru yang diberikan kepada UI melalui Fakultas Ilmu Budaya ditujukan untuk pengembangan sistem pengetahuan berbasis teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi.
Hibah tersebut mendukung pengembangan modul pembelajaran dan pelatihan digital berisi konten hasil penelitian, keterampilan hidup, dan kemampuan praktis yang memberdayakan masyarakat baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Pembangunan Gedung C-Hub: Pusat Pembelajaran Digital UI
Sebagai bagian dari dukungan KOICA, saat ini UI sedang membangun Gedung Connectivity Hub (C-Hub) yang akan menjadi pusat produksi konten pembelajaran digital.
Gedung ini akan dilengkapi dengan studio modern, fasilitas pembuatan materi untuk open online courses, smart classrooms, serta working space rooms. Tempat ini akan menjadi titik temu antara akademisi, pemerintah, industri, dan komunitas untuk menciptakan berbagai program kolaboratif yang inovatif. (Kom)


