warta lentera great work
spot_img

Unit K9, Bagian Kepolisian Republik Indonesia Khusus Anjing Pelacak yang Jadi Andalan

Yuk, berkenalan dengan anjing-anjing jagoan didikan Unit K9 Kepolisian Republik Indonesia. Ada yang bernama Lilu, Wibawa, Roby, Arco, dan Lupita.

WARTALENTERA – Unit K9 Kepolisian Republik Indonesia tidak dapat disepelekan. Unit tersebut merupakan satuan polisi dengan menggunakan bantuan anjing-anjing pelacak yang memiliki arti penting bagi penegakan hukum di Indonesia. Anjing yang digunakan jenis German Sepherd, Belgian Malinois, dan Labrador.

Direktur Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri Brigjen Ahmad Subarkah mengatakan anjing-anjing itu sanggup mengungkap kasus-kasus kejahatan besar, termasuk narkoba dan mengendus DPO. Ada beberapa nama yang wara wiri di berbagai even kenegaraan, pelacakan korban bencana alam, sampai pelacakan senjata. Mereka adalah Lilu (7), Wibawa (9), Roby (9), Arco (7), dan Lupita (9).

Subarkah menjelaskan Lilu merupakan anjing betina jenis German Sepherd. Anjing itu disebut menjadi andalan Polri dalam mengungkap kasus kejahatan. Lilu bersama pawangnya, Bripka Hari Yunianto kerap dilibatkan dalam perburuan narkoba.

Sejumlah kasus besar narkoba sebut saja pengungkapan sabu asal Cina seberat 195 kg di Kompleks Pergudangan Cikarang pada 2020, lalu penggagalan peredaran sabu jaringan Sumatera-Jawa seberat 40 kg di Pelabuhan Bakauheni Lampung pada 2022. Kemudian pengungkapan 80 kg sabu serta 1.006 butir ekstasi milik jaringan Sumatera-Jawa di Pelabuhan Bakauheni pada 2024. “Lilu merupakan K9 dengan kualifikasi pelacak narkotik yang lahir 5 Mei 2017,” kenang Subarkah.

Dia bercerita juga memiliki anjing K9 andalan lainnya yakni Wibawa (9), anjing jantan ras Malinois yang tak kalah andal dalam melacak. Wibawa, jelas Subarkah, merupakan anjing pelacak kualifikasi umum. “Wibawa lahir 4 Januari 2015. Tahu kasus perburuan cula Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon? Nah Wibawa ikut dalam pelacakan barang bukti bahkan penangkapan pelaku yang saat itu buron,” jelas Subarkah.

Dia menjelaskan pada Mei 2024, Wibawa mengikuti kegiatan penyelidikan dan penyidikan pemburu cula Badak Jawa. Kala itu Kepala Balai TN Ujung Kulon menyurati Direktorat Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri. “Dia berhasil menemikan senjata api, 3 aenjata locok dan 4 senjata angin di saung warga. Setelah itu atas bantuannya, tim juga menemukan pelaku DPO atas nama Atang (29),” terang Subarkah.

Selanjutnya ada K9 bernama Roby, yang sempat bersama Wibawa mencari jejak DPO pemburu Badak Jawa di TN Ujungkulon. Roby adalah anjing ras German Sepherd. “Roby kualifikasinya sama dengan Wibawa,” tutur Subarkah.

Selain kualifikasi narkoba dan umum, Dirpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri juga memiliki Arco (7), si pelacak handal bahan peledak (handak). Anjing jantan ras Belgian Malinois yang lahir 17 Januari 2017 silam ini sudah wara-wiri dalam penugasan pengamanan acara-acara kenegaraan.

“Pam (pengamanan) Pilpres dan Pelantikan Presiden-Wapres 2018/2019, pam Asian Games 2018, pam Ops Lilin 2019, pam Ops Ketupat 2020, pam dan sterilisasi Rutan Mako Brimob saat kerusuhan mereda,” papar Subarkah tentang sepak terjang Arco.

Subarkah melanjutkan Arco juga terlibat pengamanan dan steriliasi Istana Bogor saat ada kunjungan tamu kenegaraan, KTT G20 di Bali, WSBK serta MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok NTB, KTT Asean di Labuan Bajo NTT dan Jakarta. Termasuk, sambung Subarkah, pengamanan KTT AIS di Bali dan terbaru adalah ikut mengamankan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

K9 andalan berikutnya, tutur Subarkah, ialah Lupita (9), anjing betina ras Labrador yang memiliki kemampuan pelacakan search and rescue (SAR). Dia bersama pawangnya Aipda Hamid dikerahkan kegiatan pelacakan korban bencana alam di dalam maupun luar negeri.

“Ini (Lupita) hitungannya sudah senior juga, sudah 9 tahun lebih. Dia kita turunkan saat Operasi Aman Nusa II 2018, saat itu di Lombok NTB ada bencana gempa, pencarian korban gedung runtuh di Jakbar 2019, yang terakhir kemarin Operasi Aman Nusa saat Gunung Semeru erupsi tahun ini,” tutupnya.

Dijelaskan istilah K-9 berasal dari cara bacanya dalam bahasa Inggris yakni ‘Kanine’ berasal dari kata ‘Canine’ yang merujuk pada hewan sejenis anjing. “Jadi keluar kata K-9 tadi,” pungkasnya. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular