WARTALENTERA – Bank Indonesia (BI) optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih akan tumbuh 5,1% year on year (YoY). Meskipun, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 tercatat sedikit melambat ke level 4,95%.
Keyakinan itu didorong oleh ekspor yang masih cukup baik, investasi yang cukup tinggi, serta konsumsi terutama di kalangan kelompok menengah atas yang tetap solid. “Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sekitar 4,7% hingga 5,5%, kurang lebih sekitar 5,1%,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi XI DPR, dikutip Kamis (7/11/2024).
Pada kesempatan itu, ia menekankan, bahwa konsumsi di kalangan kelompok bawah masih perlu terus didorong agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. “Konsumsi kelompok bawah itu yang harus terus didorong,” katanya.
Terkait inflasi, Perry juga memberikan sinyal positif. BI memperkirakan inflasi pada akhir tahun 2024 akan tercatat sebesar 1,71% sesuai dengan komitmen BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Tidak hanya itu, nilai tukar Rupiah juga relatif stabil di tengah gejolak global yang terus berlanjut.
BI memperkirakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 15.825 pada akhir 2024. “Komitmen kami untuk terus menjaga stabilitas dari nilai tukar Rupiah sebagai mandat kami,” tuntasnya. (sic)


