WARTALENTERA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara resmi menutup retret kepala daerah gelombang kedua yang digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis, (26/6/2025).
Dalam upacara penutupan, Bima menyampaikan apresiasinya kepada para peserta. “Para kepala daerah yang kami hormati, selamat, anda sekarang ini sejajar dengan seluruh kepala daerah yang juga mengikuti proses retret,” ujar Bima.
Bima menjelaskan bahwa kegiatan retret ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk menyatukan arah dan semangat seluruh jajaran pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah.
“Retret adalah akselerasi, sinkronisasi, kolaborasi, dan sinergi. Di sini, kebijakan dari pusat disampaikan secara jelas, sekaligus dievaluasi dan diberi umpan balik oleh para kepala daerah agar strategi yang diambil lebih matang dan efektif,” katanya.
Ia menambahkan bahwa retret kepala daerah gelombang kedua ini merupakan kelanjutan dari retret sebelumnya. “Retret gelombang pertama sebelumnya dilaksanakan di kaki Lembah Tidar, Magelang, sementara gelombang kedua ini berlangsung di kaki Gunung Manglayang, Sumedang,” terang Bima.
Selama lima hari, para kepala daerah mengikuti berbagai pembekalan bersama praja IPDN. “Di kaki Gunung Manglayang ini, kepala daerah dan praja diingatkan, disemangati, dan dimotivasi untuk terus teguh melayani dan mengabdi. Bhinneka Nara Eka Bhakti, walaupun berbeda, tetapi satu dalam pengabdian,” tambahnya.
Retret kepala daerah gelombang kedua ini berlangsung sejak Senin (23/5) dan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Acara ini ditutup Kamis petang. Total ada 86 kepala daerah yang ikut serta dalam kegiatan ini, terdiri dari dua gubernur, tiga wakil gubernur, 38 bupati, 37 wakil bupati, tiga wali kota, dan tiga wakil wali kota.
Sementara itu, sembilan kepala dan wakil kepala daerah tidak hadir karena alasan kesehatan dan kedukaan.
Selama empat hari pelaksanaan retret, para peserta menerima enam jenis materi, yaitu:
- Ketahanan nasional
- Wawasan kebangsaan
- Asta Cita
- Program kementerian dan lembaga
- Tugas dan fungsi kepala daerah
- Komunikasi politik dan team building
(kom)


