WARTALENTERA – Aktivis kemanusiaan dan YouTuber asal Indonesia, Muhammad Husein dengan kapalnya berhasil lolos dari penyergapan ilegal Israel terhadap rombongan kapal Global Sumud Flotilla.
“Kami memang dari awal ditugaskan untuk pemantau, dari 42 kapal yang berangkat sudah ada 22 kapal disergap dan aktivisnya diculik,” kata Husein dalam sebuah siaran sambungan jarak jauh, Kamis (2/10/2025). Dia menyebutkan dalam rombongan kapal yang disergap, termasuk aktivis asal Swedia, Greta Thunberg.
Sementara 18 kapal lainnya, masih belum terdeteksi keberadaannya. “Karena kendala komunikasi, signal sudah dikacaukan Israel,” kata Husein. Namun, lanjut Husein, menurut informasi di lapangan, kapal-kapal itu pun telah dibajak sehingga terhenti sudah aksi pelayaran itu dan tidak ada satupun kapal yang berhasil menembus Gaza.
Dua kapal observer bernama Summertime Jong Melayu dan Baharu Sumud Nusantara berhasil menjauh. “Termasuk saya saat ini di dalam kapal Summer Time,” kata Husein. Kapal observer memang ditugaskan untuk memantau dan mengumpulkan data-data termasuk bukti pelanggaran Israel. “Penyergapan ini adalah bukti pelanggaran,” jelasnya.
Kapal observer yang ditumpangi Muhammad Husein membawa dokumen-dokumen pelanggaran Israel dan dokumen penting lainnya sehingga kapal itu memang ditetapkan protokol selamat. “Rencananya jika kapal-kapal garis depan gagal memasuki Israel, kapal observer harus menghindar dan menyelamatkan diri, olehkarena itu dokumen dan rahasia penting ada disini (dalam kapal Summertime Jong Melayu),” ujarnya. Husein dan lainnya akan membawa bukti-bukti pelanggaran saat penyergapan kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke peradilan internasional.
Sejalan dengan pengakuan Husein, Pemerintah Israel juga mengklaim tidak ada satu pun kapal Global Sumud Flotilla yang menembus blokade wilayah Palestina. Kapal Global Sumud Flotilla itu diketahui membawa 42 kapal dalam misi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. (vit)


