warta lentera great work
spot_img

Microsoft Pangkas 9.100 Karyawan, Fokus ke Divisi Gaming

Kerap lakukan restrukturisasi saat awal tahun fiskal.

WARTALENTERA-Microsoft pangkas 9.100 karyawannya, atau sekitar empat persen dari total keseluruhan karyawan. Ini merupakan gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terbesar sejak 2023.

Keputusan ini muncul tepat sehari setelah dimulainya tahun fiskal Microsoft 2026. Perusahaan teknologi yang berbasis di Redmond, Washington, memang kerap melakukan restrukturisasi saat awal tahun fiskal.

“Kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan agar perusahaan dan tim siap menghadapi dinamika pasar,” ujar juru bicara Microsoft melalui pernyataan tertulis, melansir CNBC, Kamis (3/7/2025).

Menurut sumber, PHK kali ini sebagian besar ditujukan untuk memangkas lapisan manajemen agar proses pengambilan keputusan lebih efisien. CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, juga menyampaikan hal serupa dalam memo internal.

Ia mengatakan perusahaannya akan memangkas atau menghentikan sejumlah lini bisnis agar bisa fokus ke sektor yang dinilai lebih strategis.

“Untuk memposisikan divisi Gaming agar bisa bertahan dan berkembang, kami akan menghentikan atau mengurangi beberapa aktivitas bisnis, sejalan dengan kebijakan Microsoft dalam memangkas lapisan manajemen demi kelincahan dan efektivitas,” tulis Spencer.

Perusahaan yang memiliki sekitar 228.000 karyawan di seluruh dunia hingga Juni 2024 itu kebanyakan memangkas karyawan di bagian penjualan. Melansir Bloomberg, Kamis (3/7/2025), raksasa teknologi itu memang sudah mengumumkan akan memangkas karyawannya pada Juni tahun ini.

PHK juga sudah dilakukan Mei lalu dan merumahkan sekitar 6.000 karyawan. Pada Mei silam, PHK paling signifikan terjadi di negara bagian Washington, tempat kantor pusat Microsoft di Redmond berada.

Perusahaan memberi tahu otoritas setempat bahwa 1.985 karyawan di wilayah tersebut terdampak, mayoritas berasal dari divisi rekayasa perangkat lunak dan manajemen produk. Microsoft menyatakan, PHK ini mencakup seluruh tim dan jenjang jabatan, tetapi difokuskan pada pengurangan lapisan manajerial.

Langkah pemangkasan ini cukup mengejutkan, mengingat Microsoft baru saja melaporkan kinerja keuangan yang kuat untuk kuartal I 2025 dengan pendapatan dan laba melampaui ekspektasi pasar. Laba bersih Microsoft melonjak 18 persen menjadi USD25,8 miliar.

Namun, analis menilai, PHK ini lebih mencerminkan penyesuaian strategi pascapandemi. (sic)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular