WARTALENTERA-Jelang HUT ke-80 RI, Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) gelar Nobar (nonton bareng) film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian di Cinema XXI AEON Mal, BSD, Sabtu (9/8/2025). Film itu bercerita tentang perjalanan hidup Panglima TNI (Jend) Agus Subiyanto.
Ketua INTI Tangsel Santo Wirawan menyebut, acara Nobar tersebut menggandeng komunitas Perempuan Berkebaya dan Kodiklat TNI Trimatra. Ia menyampaikan pesan inspiratif kepada para generasi muda.
Ia mengajak agar anak-anak muda Indonesia tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengejar cita-cita mereka. “Perjalanan menjadi seorang pemimpin tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Sebagai generasi muda, marilah kita bergotong royong memberikan karya-karya dan prestasi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya dalam sambutannya, sebelum acara Nobar digelar.
Ia juga sempat mengutip pesan ikonik dari Presiden John F Kennedy. “Jangan tanya apa yang negara Anda bisa lakukan untuk Anda; tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk negara.” Kegiatan tersebut, diharapkan bisa menjadi momentum penting untuk mengingat kembali pengorbanan para pahlawan bangsa yang telah merebut kemerdekaan dengan darah dan nyawa.
Semangat nasionalisme dan kebangsaan, lanjutnya, harus terus digaungkan agar generasi penerus bangsa tidak melupakan sejarah dan terus menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. “Jadilah generasi emas yang berbakti kepada nusa dan bangsa,” tuntasnya.
Hadir dalam acara tersebut, Kapten Laut ARH Goenareuto Notodiningrat dan Perempuan Berkebaya Artati Yudhiwati.
Sinopsis Film
Menceritakan kisah seorang pemuda bernama Agus, sosok yang saat ini menjabat sebagai Panglima TNI, yang tumbuh dalam bayang-bayang ayahnya, seorang veteran Operasi Seroja tahun 1975. Film ini menyoroti perjalanan hidup Agus, dari masa kecil yang penuh luka akibat ketidakberadaan ayahnya, hingga ia beranjak dewasa dan mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang prajurit.
Film ini tidak hanya menampilkan aksi pertempuran, tetapi juga perjalanan emosional Agus dalam memahami makna pengabdian, keberanian, dan cinta keluarga. Film ini menyampaikan pesan bahwa masa lalu yang kelam bukanlah penghalang untuk meraih kehormatan, dan kekuatan sejati berasal dari keyakinan pada mimpi, Tuhan, dan cita-cita bangsa. (sic)


