WARTALENTERA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, meminta semua pihak menahan diri terkait aksi unjuk rasa besar-besaran di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Aksi yang digelar pada Rabu itu diikuti oleh ratusan ribu warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Massa memenuhi jalanan di depan Kantor Bupati Pati untuk menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.
Unjuk rasa ini berujung ricuh setelah terjadi aksi pembakaran kendaraan dan pelemparan sandal serta botol plastik ke arah Bupati Sudewo saat ia berusaha mendengarkan aspirasi warga. Kepolisian kemudian membubarkan massa dan menangkap 11 orang yang diduga sebagai provokator.
“Kami, selaku pemerintah pusat, menaruh perhatian dan memohon kepada semua pihak untuk juga menahan diri, baik Pak Bupati maupun masyarakat. Secara personal kami terus berkomunikasi, saya memonitor dan berkoordinasi dengan Bapak Gubernur Jawa Tengah. Semoga segera ada jalan keluar terbaik. Kami juga menghormati semua proses, termasuk langkah DPRD Pati yang menggunakan haknya,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di pelataran Istana Merdeka, Jakarta.
Prasetyo menegaskan pemerintah pusat telah memantau situasi di Pati sejak awal munculnya kebijakan Bupati Sudewo yang memicu kemarahan publik. “Sejak dinamika ini muncul, kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Terkait kabar adanya korban jiwa dalam kerusuhan tersebut, Prasetyo meminta klarifikasi lebih lanjut agar informasi yang simpang siur tidak tersebar. “Kami terus meminta laporan kepada pihak terkait. Informasi yang kami dapatkan sampai saat ini belum menemukan adanya korban meninggal dunia,” jelasnya.
Pemerintah pusat berjanji akan terus memantau dan berkoordinasi dengan semua pihak demi mencari solusi damai atas situasi yang memanas di Kabupaten Pati. (kom)


