WARTALENTERA – Sekitar 30 tentara Korea Utara (Korut) dilaporkan melintasi perbatasan antar-Korea, sehingga memicu tembakan peringatan dari militer Korea Selatan (Korsel). Peristiwa ini diungkapkan oleh Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC) pada Minggu (18/8/2025).
Seorang juru bicara Komando PBB menjelaskan, insiden itu terjadi saat Tentara Rakyat Korea (KPA) tengah melakukan kegiatan pembangunan dan pemeliharaan di dekat perbatasan. “Tim penyidik UNCMAC (Komisi Gencatan Senjata Militer UNC) memastikan bahwa sekitar 30 personel KPA melewati Garis Demarkasi Militer pada area tempat mereka melakukan kegiatan pembangunan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Respons Militer Korsel
Menurut laporan UNC, militer Korsel lebih dulu memberikan peringatan suara untuk mengingatkan personel Korut bahwa mereka sudah melewati garis demarkasi. Namun, tidak ada respons dari pihak Korut.
“Pihak Korsel kemudian menembakkan tembakan peringatan di wilayah tembakan yang sudah ditentukan untuk memaksa personel KPA mundur ke sisi utara Garis Demarkasi Militer,” tambah juru bicara tersebut.
Kepala Staf Gabungan Korsel memastikan, menyusul insiden tersebut, UNCMAC memulai penyelidikan pada Selasa lalu.
Pemberitahuan dari Korut
Meski demikian, UNC mengakui Korut sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan resmi terkait rencana kegiatan konstruksi di beberapa titik Zona Demiliterisasi (DMZ).
“UNC mengakui pentingnya pemberitahuan awal dan dialog dalam memitigasi risiko kesalahpahaman dan insiden yang tidak disengaja. Kami selalu siap untuk melibatkan pihak KPA dalam hal ini serta dalam isu-isu lainnya terkait kesepakatan yang berlaku,” kata juru bicara UNC.
Ketegangan di Perbatasan
Sejak April tahun lalu, tentara Korut terlihat memasang pagar kawat berduri dan penghalang anti-tank di dekat garis demarkasi. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat perbatasan dengan Korsel.
Militer Korsel beberapa kali mengeluarkan peringatan saat personel Korut mendekati garis demarkasi. Namun, tembakan peringatan hanya dilepaskan ketika mereka benar-benar melintasi batas perbatasan. (kom)


