WARTALENTERA – Akhir bulan ini manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk siap bagi dividen ke para pemegang sahamnya. Nilai yang diberikan Rp209 per-lembar saham.
“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Hery menjelaskan pihaknya siap membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp31,47 triliun atau Rp209 per saham, dengan cum date dijadwalkan pada 20 April 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi.
Sebelumnya, lanjut Hery, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (10/4), BRI menetapkan total dividen sebesar Rp52,1 triliun atau sebesar Rp346 per saham. Jumlah tersebut termasuk dividen interim Rp20,6 triliun atau Rp137 per saham yang telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada 15 Januari 2026.
Dia menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen tunai itu merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, dengan didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.
Pembagian dividen mengacu pada kinerja keuangan laba konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Perseroan menyampaikan, penetapan dividen final ini juga telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan. Hery menambahkan bahwa pembagian dividen tidak hanya mencerminkan kinerja perseroan yang solid, tetapi juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” tutup Hery. (vit)


