WARTALENTERA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kondisi darurat kemanusiaan di Jalur Gaza yang semakin memprihatinkan. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut lebih dari 15.600 warga Palestina, termasuk 3.800 anak-anak, membutuhkan evakuasi medis segera untuk mendapatkan perawatan khusus.
Dalam pernyataannya di platform X pada Sabtu (23/8), Tedros menyoroti bahwa krisis kesehatan di Gaza kian parah di tengah blokade Israel yang berkepanjangan. Ribuan pasien disebut belum mendapatkan akses pengobatan yang sangat mereka butuhkan.
“Puluhan ribu pasien di Gaza masih belum memperoleh akses perawatan. Kondisi ini memperburuk penderitaan mereka di tengah kelaparan dan tingginya angka kematian,” ujar Tedros.
Seruan Gencatan Senjata dan Akses Kemanusiaan
Tedros menegaskan perlunya langkah mendesak agar bantuan kemanusiaan segera bisa masuk ke Gaza. Ia juga kembali menyerukan diberlakukannya gencatan senjata untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa. “Gencatan senjata harus segera dilakukan agar nyawa warga Palestina bisa terselamatkan,” tambahnya.
Krisis yang Belum Teratasi
Situasi di Gaza kini tidak hanya diwarnai konflik berkepanjangan, tetapi juga bencana kelaparan dan minimnya fasilitas kesehatan. WHO menekankan bahwa tanpa akses pengobatan, ribuan nyawa – terutama anak-anak – berada dalam bahaya serius. (kom)


