WARTALENTERA – Mi Bangladesh sempat viral beberapa tahun yang lalu. Namun, sampai sekarang hidangan yang terbuat dari mi instan itu tetap menjadi yang favorit. Disebutnya, mi instan naik level! Karena diracik dengan bumbu spesial, kaya rempah, dan dihidangkan dengan telur ayam kampung setengah matang.
Menurut Kepala Koki Waroeng Joglo Merah Putih, Sujohan, konon, nama Mie Bangladesh berasal dari sebuah warung mi di Medan yang pemiliknya bernama “Bang Lades”. Ada juga yang mengatakan nama itu berasal dari salah satu tempat makan mie legendaris di Lhokseumawe, Aceh.
Menariknya, meskipun namanya Mie Bangladesh, hidangan itu justru menggunakan bumbu rempah yang serupa dengan yang ada pada mie Aceh, bukan bumbu khas Bangladesh seperti yang mungkin kita bayangkan. “Mie Bangladesh itu kuliner viral asal Medan dan Aceh bukan dari negara Bangladesh,” kata Jo, panggilan akrab Sujohan ketika dihubungi lewat telepon, Senin (13/4/2026). Bumbu-bumbu tersebut, lanjutnya, dicampur dengan bumbu instan dari mie yang digunakan, kemudian ditumis hingga matang dan menghasilkan cita rasa yang kaya dan lezat.
Bumbu racikan, lanjut Jo, itu rempah khas Aceh yang kaya, kental, dan aromatik. Keunikannya terletak pada rasa gurih-pedas-manis, tekstur nyemek (sedikit kuah), dan disajikan dengan telur setengah matang yang creamy.
Rempah yang digunakan dari campuran bawang, cabai, dan rempah kering, bukan sekadar bumbu instan bawaan Indomie. “Ditambah dengan kuah kental yang sangat sedikit, menciptakan tekstur antara mi kuah dan mi goreng. Nyemek gitu,” lanjutnya. Penyajian masakan itu juga dilengkapi dengan taburan bawang goreng atau sawi hijau.
Jo menambahkan karena sering disajikan di warung kopi (warkop) 24 jam di Medan, salah satunya yang terkenal dikelola oleh seseorang yang sering dipanggil “Bang Lades”, singkatan dari Bang Abdullah/Bangladesh maka muncul nama Mie Bangladesh.

Berikut beberapa bumbu yang umumnya digunakan di racikan Mie Bangladesh antara lain:
- Bawang merah
- Bawang putih
- Cabai merah
- Cabai rawit
- Kunyit
- Jahe
- Ketumbar
- Jintan
- Merica
- Kemiri
Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak. Setelah harum, tambahkan air, bumbu instan dari mi, dan mi yang sudah direbus. Masak hingga mi matang dan bumbunya meresap.
Meskipun sama-sama menggunakan bumbu rempah khas Aceh, kata Jo, ada beberapa perbedaan antara Mie Bangladesh dengan Mie Aceh, antara lain dari jenis mi dan kuahnya. Mie Bangladesh menggunakan mi instan, sedangkan Mie Aceh menggunakan mi kuning basah yang lebih tebal.
Untuk kuahnya, Mie Bangladesh memiliki kuah yang lebih sedikit dan kental, sedangkan Mie Aceh memiliki kuah yang lebih banyak dan encer. Isiannya, Mie Bangladesh biasanya disajikan dengan telur dan sayuran, sedangkan Mie Aceh bisa disajikan dengan berbagai isian, seperti daging sapi, daging kambing, atau seafood. (vit)


