warta lentera great work
spot_img

PM Jepang Kecam Israel, Bom yang Jatuh di Gaza Sudah 18 Ribu Ton

Perdana Menteri (PM) Jepang, Shigeru Ishiba menyampaikan penyesalannya terhadap genosida yang dilakukan Israel di jalur Gaza.

WARTALENTERA – Perdana Menteri (PM) Jepang, Shigeru Ishiba menyesalkan genosida yang dilakukan Israel di jalur Gaza. Dia mengatakan sampai saat ini bom-bom yang dijatuhkan Israel sudah melampaui jumlah bom yang dijatuhkan di Tokyo selama Perang Dunia II.

“Kejadian itu sangat menyayat hati,” kata Ishiba dikutip NHK News, Jumat (29/11/2024). Menurutnya, sangat menyedihkan bahwa bom yang dijatuhkan di Gaza jauh lebih banyak dibandingkan bom yang dijatuhkan di Tokyo selama serangan udara besar-besaran AS pada Perang Dunia II.

Pernyataan Ishiba disampaikan usai menerima informasi dari Seita Akihiro, direktur kesehatan badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA). Menurut pejabat di Gaza, tentara Israel telah menjatuhkan 18 ribu ton bom di Jalur Gaza sejak Oktober lalu, atau sekitar 1,5 kali kekuatan ledakan bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, selama Perang Dunia II.

Selama Perang Dunia II, AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, yang menewaskan 140 ribu orang.

Tiga hari kemudian, bom lain menghantam Nagasaki, menewaskan 70 ribu orang. Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.

Namun, Ishiba menegaskan bahwa Tokyo harus terus memberikan bantuan kepada UNRWA meskipun Israel melarang badan PBB tersebut beroperasi di wilayahnya.

Dia menekankan pentingnya melanjutkan aktivitas UNRWA, Ishiba mengatakan bahwa dia akan terus menyampaikan posisi Jepang terkait isu ini.

Ishiba mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan Jepang diterima dengan baik di seluruh dunia. Israel melancarkan perang yang disebut genosida terhadap Gaza setelah serangan lintas batas oleh kelompok perjuangan Palestina, Hamas pada Oktober tahun lalu.

Serangan Israel di seluruh Gaza telah menewaskan lebih dari 44.300 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 104.900 orang.

Tahun kedua genosida di Gaza itu menimbulkan kecaman internasional yang semakin meluas, dengan sejumlah pejabat dan institusi menyebut serangan dan blokade bantuan Israel di wilayah kantong itu sebagai upaya sistematis untuk memusnahkan penduduk Palestina. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular