WARTALENTERA-Total ada 12 kantong jenazah yang dikirim untuk diidentifikasi dalam tragedi kebakaran Glodok Plaza. Kemarin, satu kantong jenazah kembali dievakuasi dari lokasi kebakaran.
“Satu kantong jenazah, (ditemukan) 16.30 WIB, kemarin,” kata Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syarifuddin, Jumat (24/1/2025). Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat itu menghanguskan bangunan Glodok Plaza terutama di lantai 7, 8, dan 9 serta sejumlah lantai di bawahnya.
Setidaknya ada 14 orang yang dilaporkan hilang dalam peristiwa itu. Hingga saat ini, Tim DVI Polri tengah berupaya mengidentifikasi para korban yang telah dikumpulkan dalam kantong-kantong jenazah. Identifikasi dilakukan dengan tes DNA hingga rekam medis gigi.
Tudingan bahwa Glodok Plaza dinyatakan tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran sejak 2023 juga kembali mencuat sejak kebakaran hebat melanda gedung tersebut “Nah untuk kasus Glodok Plaza ini, itu memang pada tahun 2023 itu sudah kita nyatakan belum memenuhi persyaratan keselamatan kebakaran,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disgulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan, dikutip Jumat (24/1/2025).
Sejumlah catatan ditemukan usai kebakaran hebat. Mulai dari lambannya informasi awal kejadian, hingga proteksi kebakaran gedung yang tidak berfungsi optimal.
Menanggapi fakta yang dilontarkan Disgulkarmat Jakarta itu, pengelola Glodok Plaza, PT TCP Internusa menepis tudingan tersebut. Sebelumnya, pihaknya menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kebakaran yang terjadi pada pekan lalu.
Diketahui, telah ditemukan 12 kantong jenazah dalam musibah kebakaran ini. “Kami turut berduka cita kepada para korban serta keluarga yang terdampak oleh kejadian ini,” ujar Legal Manager Glodok Plaza, Stevana Rani dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (24/1/2025).
Terkait peristiwa tersebut, Manajemen Glodok Plaza ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama, kata Stevana, bahwa pihaknya senantiasa mematuhi peraturan dan standar hukum yang berlaku.
Termasuk pemenuhan perizinan gedung berupa SLF (Sertifikat Laik Fungsi) dan pemenuhan perijinan gedung yang berkaitan dengan keselamatan kebakaran, pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran serta K3 pada gedung. “Seluruh peralatan keselamatan, termasuk peralatan pemadam kebakaran, telah dipasang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan berfungsi dengan baik pada saat insiden terjadi,” rincinya.
Dia melanjutkan, manajemen Glodok Plaza telah dan akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan seluruh otoritas terkait untuk mendukung proses investigasi atas kejadian ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penanganan insiden ini, terutama kepada petugas Damkar, BNPB, Kepolisian, aparat keamanan, serta semua pihak lain yang terlibat,” ulasnya.
Terakhir, pihaknya memastikan bahwa keselamatan dan keamanan pengunjung serta tenant selalu menjadi prioritas utama. Dia menyebut, manajemen Glodok Plaza berkomitmen penuh untuk mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku terkait aspek operasional yang dijalankan, sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah. (sic)


