warta lentera great work
spot_img

Para Pesohor Kompak Menentang Ekploitasi Tambang Nikel di Raja Ampat

Tagar #saverajamapat menggema di media sosial.

WARTALENTERA – Sentimen publik atas eksploitasi tambang nikel yang dinilai berdampak pada kawasan wisata unggulan di Raja Ampat, terus meningkat. Di ranah media sosial pun, tagar #saverajaampat menggema.

Kalangan artis dan pesohor Tanai Air ikut bersuara menentang eksploitasi tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Diantaranya adalah Denny Sumargo dan Nadine Candrawinata.

Di media sosial tagar #saverajaampat menggema. Kampanye itu sebagai langkah untuk menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak eksploitasi tambang nikel yang dianggap membahayakan lingkungan dan keberlangsungan hidup di Raja Ampat, yang dijuluki The Last Paradise.

Para pesohor lainnya seperti Nana Mirdad, Amanda Rawles, Revti Ayu Natasya, Prilly Latuconsina, Kirana Larasati, Aline Andita, Lukman Sardi, Vicky Nitinegoro, Bunga Jelita, Amanda Rawles, Syamsir Alam, Atta Halilintar, Ceseniy, dan Della Dartyan, ikut bersuara dengan mengunggah template di Instagram dengan tagar #saverajaampat atau #savepapua.

Podcaster Denny Sumargo mengunggah kenangan pernah menginjakkan kaki di Raja Ampat.

“Jiwa saya pernah tinggal disana, makan disana, dan menangis di sana, Raja ampat, papua salah satu tempat saya dibentuk menjadi seperti sekarang, tanah papua bukan tanah eksploitasi tapi tanah kehidupan!! Tolong tag pak @prabowo #saverajaampat,” tulis Denny.

Nadine Chandrawinata mengunggah video greenpeace berjudul POV: Ketika kamu dapat kabar tentang pulau-pulau di Raja Ampat yang mau dijadikan tambang nikel.

“Gak kebayang kalau sampai benar-benar terjadi… kelak pulau indah nanti hanya ada di foto,” tulis Nadine Chandrawinata.

Ia juga mengunggah kenangan saat berada di Raja Ampat dan memuji keindahan kawasan itu.

Respons pemerintah

Kementerian Pariwisata sudah membicarakan persoalan itu dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan akan berpegang kepada prinsip pariwisata berkelanjutan.

Ia mengaku tidak rela Raja Ampat terdampak aktivitas pertambangan apapun, termasuk pertambangan nikel yang justru dilakukan oleh anak perusahaan BUMN PT aneka Tambang (Antam), PT Gag Nikel, yang terletak di Pulau Gag.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq juga mengatakan bakal turun tangan menangani kasus itu. Ia menyatakan akan segera mengunjungi lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan sementara kegiatan operasi tambang nikel milik PT GAG Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya sentimen publik atas aktivitas tambang yang dinilai berdampak pada kawasan wisata unggulan di Raja Ampat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, penghentian ini bersifat sementara hingga rampungnya proses verifikasi dan investigasi di lapangan. Langkah ini diambil setelah sejumlah laporan dari masyarakat yang mengkhawatirkan potensi kerusakan lingkungan dan gangguan terhadap kawasan pariwisata.

“Izin pertambangan di Raja Ampat itu ada beberapa, mungkin ada 5. Nah, yang beroperasi sekarang itu hanya satu yaitu PT GAG. GAG Nikel ini yang punya adalah Antam, BUMN,” jelas Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (5/6/2025). (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular