WARTALENTERA – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Museum Raja Ali Haji di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengalami peningkatan signifikan sepanjang Januari hingga Mei 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, menyampaikan bahwa hingga Mei 2025, tercatat 2.040 kunjungan wisatawan asing ke museum tersebut. “Hingga Mei kami mencatat ada 2.040 wisman yang berkunjung. Kadang lebih banyak wisman yang berkunjung ke museum daripada kunjungan lokal seperti di bulan Januari dan Februari, dimana wisman mendominasi,” ujar Senny, Senin (9/6/2025).
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2024, museum tersebut hanya dikunjungi 73 wisatawan mancanegara. “Semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan museum Batam, terutama wisman. Ini selalu menjadi misi kami agar Museum Raja Ali Haji dikenal dan menjadi objek wisata yang diminati,” tambahnya.
Senny menjelaskan bahwa kunjungan pada bulan Mei didominasi wisatawan asal Malaysia dan Turki, dengan rincian 333 wisman, 282 pelajar, dan 268 pengunjung umum. Kenaikan jumlah kunjungan juga dipicu oleh momen libur panjang nasional dan kunjungan edukatif dari enam sekolah di Batam.
Secara tren bulanan, peningkatan kunjungan museum terlihat dari:
- Januari: 1.322 kunjungan
- Februari: 1.552 kunjungan
- Maret: 277 kunjungan
- April: 530 kunjungan
- Mei: 883 kunjungan (gabungan wisman, pelajar, dan umum)
Peningkatan jumlah kunjungan ini memberikan dampak langsung terhadap pendapatan retribusi museum. Sepanjang Mei 2025, total retribusi yang dikumpulkan mencapai Rp32,06 juta, sehingga total pendapatan Museum Batam dari Januari hingga Mei menyentuh angka Rp163,645 juta.
Sejak penetapan tarif retribusi pada Oktober 2024, pengunjung dikenakan biaya sebesar:
- Rp5.000 untuk pelajar
- Rp10.000 untuk umum
- Rp15.000 untuk wisatawan mancanegara
Jika digabungkan dengan pendapatan dari objek wisata Dendang Melayu di Jembatan Barelang, total penerimaan retribusi dari dua unit wisata di bawah pengelolaan UPTD tersebut mencapai Rp209,12 juta, atau sekitar 27,8 persen dari target retribusi tahun 2025 sebesar Rp751,6 juta.
Senny optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, terutama menjelang kuartal akhir tahun. “Kami optimistis dapat mencapai target tahun ini, karena berdasarkan pola tahun sebelumnya, puncak kunjungan terjadi di bulan Oktober, November, dan Desember,” pungkasnya. (kom)


