WARTALENTERA – Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, mengklaim dirinya telah diculik pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza. Ia menyerukan kepada pemerintah Swedia agar segera bertindak untuk membebaskan dirinya dan seluruh relawan yang ikut serta dalam misi tersebut.
“Kami telah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh pasukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel. Saya mendesak semua teman, keluarga, dan kawan saya untuk menekan pemerintah Swedia agar membebaskan saya dan yang lainnya sesegera mungkin,” kata Thunberg dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, organisasi yang mengoperasikan kapal misi tersebut.
Sebelumnya, militer Israel dikabarkan telah menaiki kapal pesiar Madleen, yang mengangkut Greta Thunberg dan sekitar sepuluh relawan pro-Palestina lainnya. Kapal tersebut tengah berlayar dari Mesir menuju Jalur Gaza sebelum saluran komunikasi dengan kapal terputus.
Pihak berwenang Israel menyatakan bahwa kapal Madleen, yang berbendera Inggris, akan diarahkan ke pantai Israel. Para penumpang akan dikembalikan ke negara masing-masing.
Israel menuding Thunberg melakukan “provokasi media”, namun mengonfirmasi bahwa bantuan kemanusiaan yang dibawa kapal tersebut tetap akan dikirim ke Gaza melalui jalur resmi yang ditentukan.
Para relawan yang tergabung dalam misi tersebut menyatakan bahwa keberangkatan mereka adalah bagian dari misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat Gaza di tengah krisis yang memburuk. Namun, otoritas Israel menilai tindakan mereka sebagai upaya membangkitkan sentimen anti-Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Situasi ini menambah ketegangan internasional terhadap Israel, yang sebelumnya juga dikecam oleh berbagai negara atas tindakannya terhadap konvoi bantuan kemanusiaan ke Gaza. (kom)


