WARTALENTERA – Dari hasil Lelang barang sitaan yang digelar online, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengumpulkan Rp24.863.404.700. Lelang barang sitaan hasil tindak pidana korupsi ini digelar melalui platform daring di situs lelang.go.id.
“Jumlah ini diperoleh dari penjualan 39 lot barang bergerak senilai Rp 732 juta dan 7 lot barang tidak bergerak senilai Rp 24,1 miliar, dari total 82 lot yang ditawarkan,” ujar Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK Mungki Hadipratikto dalam keterangan tertulis, Jumat (13/6/2025).
Ia menjelaskan, dana hasil lelang barang sitaan akan masuk ke kas negara setelah pemenang melunasi pembayaran maksimal lima hari setelah penetapan.
KPK bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) menggelar lelang serentak di 14 kota pada Rabu dan Kamis (11-12 Juni 2025).
Keempat belas kota itu meliputi Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Palembang, Pekanbaru, Dumai, Tangerang, Surabaya, Purwokerto, Banda Aceh, Bekasi, Pekalongan, dan Cirebon.
Meski berlangsung secara daring, atmosfer lelang tetap terasa hidup. Salah satunya di KPKNL Jakarta III, dalam sesi open bidding pada hari Rabu (11/6/2025).
Sesi itu dipandu langsung oleh pejabat lelang dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, dan disaksikan oleh perwakilan KPK.
“Saya melihat peserta sangat luar biasa antusiasmenya. Bahkan, ada salah satu barang yang diperebutkan oleh kurang lebih 20 peserta lelang. Kejar-kejaran penawaran bahkan masih terjadi hingga 10 detik sebelum lelang ditutup,” ungkap Mungki.
Salah satu momen menarik terjadi saat kemeja sutera lengan panjang yang dibuka dengan harga limit hanya Rp 5.700, laku hingga Rp 5.675.700. Sementara mobil VW Caravelle yang dibuka Rp17,9 juta, terjual dengan harga fantastis, yakni Rp 123,9 juta.
Beberapa barang sitaan yang dalam lelang sebelumnya tidak terjual, akhirnya laris kali ini. Seperti, tas Louis Vuitton, sepeda motor Triumph Speedmaster Bonneville, dan sepeda lipat Brompton.
“Contohnya sepeda motor perkara Rafael Alun, Alhamdulillah laku juga. Begitu juga dengan mobil VW Caravelle dan tas LV yang sudah dua kali gagal ternyata laku juga. Semuanya akhirnya terjual. Ini tentu capaian yang sangat baik,” puji Mungki.
Fungsional Pelelang Ahli Muda di KPKNL Jakarta III, Muhammad Firmansyah menyebut, animo peserta lelang meningkat drastis. KTP peserta yang diverifikasi melonjak hampir 200 persen. Dari lelang sebelumnya (Maret 2025) 800-an, menjadi 1.700-an KTP.
“Dari 8 lot barang tidak bergerak dan 44 lot barang bergerak yang dilelang di KPKNL Jakarta III, ada lebih dari 300 peserta yang bertarung di dunia maya untuk memberikan penawaran terbaik,” jelasnya.
Bahkan, kata dia, beberapa barang laku dengan harga yang melampaui ekspektasi, naik hingga 200-300 persen dari harga limit. Fakta ini menunjukkan bahwa lelang daring tetap bisa berlangsung secara kompetitif.
Sejak awal 2025, KPK mencatatkan kinerja positif dalam pengembalian kerugian keuangan negara. Tercatat pada Januari-Maret 2025, total dana yang telah disetorkan ke kas negara mencapai Rp53 miliar.
Rinciannya, sebanyak Rp13 miliar pada Januari–Februari, Rp42,45 miliar pada Maret, serta nilai wanprestasi Rp 100 juta.
Melalui program lelang ini, KPK kembali menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tak hanya memberi efek jera melalui hukuman badan, tapi juga memulihkan kerugian negara secara konkret.
“Dengan membeli barang lelang, masyarakat tak hanya memperoleh barang berkualitas dengan harga miring, tetapi juga berkontribusi langsung membantu negara melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” tutup Mungki.
Informasi lengkap mengenai lelang barang rampasan KPK dapat diakses melalui www.kpk.go.id, serta media sosial @official.kpk dan @lelangkpkofficial. (inx)


