WARTALENTERA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) bersama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) melakukan pelatihan kepemimpinan, dan pengembangan kapasitas.
Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti mengatakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pemimpin Masa Depan Angkatan I Tahun 2025 digelar untuk mewujudkan ‘PU 608’. Yakni sebuah pencapaian efisiensi investasi (ICOR kurang dari 6), pengentasan kemiskinan menuju 0 persen, dan pendorong pertumbuhan ekonomi dengan target 8 persen tahun 2029, merupakan kontribusi nyata Kementerian PU dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Tugas besar itu, lanjut Wamen PU, tentunya membutuhkan SDM unggul, pemimpin-pemimpin yang memiliki semangat kolaborasi, orientasi hasil, dan integritas tinggi, serta selalu berinovasi. “Kami percaya, kehadiran saudara semua dapat memperkuat barisan kita dalam mengakselerasi pembangunan berjalan baik,” katanya.
Wamen PU juga menyampaikan bahwa pelatihan itu bukan semata-mata ajang peningkatan kapasitas teknis atau administratif, tetapi merupakan pembentukan karakter kepemimpinan yang berlandaskan integritas.
Pelatihan itu juga merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menyiapkan pemimpin-pemimpin strategis di masa depan, dengan kompetensi manajerial yang kuat, karakter kepemimpinan yang tangguh, dan berjiwa melayani.
“Anda semua telah belajar banyak. Tentang strategi, geopolitik, transformasi digital, bahkan komunikasi dalam krisis. Tapi nilai yang paling penting adalah tentang integritas. Tentang menjadi pemimpin yang jujur, visioner, yang kuat, berdampak, memiliki empati yang tinggi, tapi tetap rendah hati,” kata Wamen PU.
Seluruh peserta juga diingatkan agar selalu memiliki kesadaran bawa jabatan adalah titipan, dan pengaruh adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan profesional. Dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya oleh atasan tetapi juga oleh Tuhan.
“Pemimpin sejati bukanlah mereka yang selalu tampil sempurna, melainkan mereka yang mampu jujur ketika salah dan berani memperbaiki. Dan saya yakin, anda semua punya potensi itu. Saya ingin Anda kembali ke tempat kerja dengan semangat baru. Jangan hanya membawa catatan atau sertifikat, tapi bawalah perubahan, bawalah dampak, dan ciptakan inovasi-inovasi,” tegas Wamen PU.
Dia juga menekankan pentingnya jejaring dan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan dalam mewujudkan perubahan yang berkelanjutan.
Selain itu, dia menyampaikan pesan Menteri Dody agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan solusi infrastruktur yang berkelanjutan, berdaya tahan, dan berbasis teknologi. Peserta juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam pemecahan masalah pembangunan, serta mengembangkan cara berpikir multidimensi dan multisektor, bukan hanya sebagai konseptor, tetapi juga berjiwa eksekutor.
Pelatihan diisi dengan berbagai sesi materi dan diskusi yang diampu oleh para pejabat tinggi Kementerian PU, pejabat dari k/l lain serta para pakar dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Pelatihan diikuti oleh 62 peserta yang berasal dari unit-unit kerja di lingkungan Kementerian PU. Diantaranya, Sekretariat Jenderal (2 orang), Ditjen Sumber Daya Air (13 orang), Ditjen Bina Marga (11 orang), Ditjen Cipta Karya (15 orang), Ditjen Prasarana Strategis (4 orang), Ditjen Bina Konstruksi (8 orang), DJPI (3 orang), Inspektorat Jenderal (2 orang), BPIW (1 orang), dan BPSDM (3 orang).
Sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas proses pembelajaran yang telah dijalani, seluruh peserta pelatihan menerima sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Pertahanan RI, serta kenang-kenangan dari Kementerian PU. Sertifikat ini menjadi simbol awal dari tanggung jawab baru sebagai pemimpin yang diharapkan membawa perubahan nyata di bidang infrastruktur nasional. (vit)


