WARTALENTERA-Lagi-lagi aset negara, salah satu pulau RI dijual di situs asing. Kali ini, Kepulauan Anambas yang menuai sorotan, karena tercantum dalam daftar penjualan situs asing privateislandsonline.com.
Kedua pulau itu yakni Pulau Ritan dan Pulau Tokong Sendok. Pulau Ritan dan Pulau Tokong Sendok terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Baca juga: Penguasaan Ilegal Hutan Marak, Satgas PKH Pastikan Rebut Kembali Aset Negara
Meski tidak dicantumkan harga jualnya, situs tersebut mencantumkan informasi cukup lengkap tentang kedua pulau itu. Situs tersebut menyebut dua pulau itu berjarak sekitar 200 mil dari Singapura.
Keduanya diklaim sangat ideal dijadikan eco resort karena lokasinya dekat dengan Pulau Bawah Resort, destinasi wisata eksklusif di Kepulauan Anambas. Luas gabungan Pulau Ritan dan Tokong Sendok mencapai sekitar 159 acre atau setara 64 hektare.
Penawaran di situs tersebut menyebutkan, kepemilikan bisa dilakukan melalui skema saham. Disebutkan pula, bahwa dua perusahaan pemilik pulau ini sedang dalam proses menjadi PT Penanaman Modal Asing (PT PMA).
Artinya, peluang masuknya investor asing pun terbuka lebar. Kabar ini pun menuai respons keras dari DPRD Provinsi Kepulauan Riau Dapil Natuna-Anambas Marzuki.
Baca juga: Pemerintah Mulai Listing BMN, Aset "Nganggur" Segera Dikelola Danantara
Ia mendesak pemerintah daerah turun tangan menyelidiki kasus ini. "Kita harapkan Pemkab Kepulauan Anambas menelusuri isu penjualan dua pulau ini di situs asing,” ujar Marzuki, dikutip Jumat (20/6/2025).
Menurut informasi yang beredar, kedua pulau tersebut kabarnya telah dibeli oleh seorang investor asal Bali sejak 2022 lalu. Namun belum ada kejelasan dari pihak berwenang terkait kebenaran transaksi tersebut.
"Kabar pulau ini sudah dibeli investor dari Bali meresahkan masyarakat," katanya. Hingga saat ini, Bupati Kepulauan Anambas belum memberikan keterangan resmi soal dugaan penjualan Pulau Ritan dan Tokong Sendok.
Baca juga: KKP Amankan 62 Kapal Asing Ilegal di Laut Natuna Hingga Juni 2025
Warga dan aktivis lokal berharap pemerintah bersikap transparan dan melindungi aset negara. (sic)
Editor : Sicillia Tan