WARTALENTERA - Pemerintah segera membangun Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II di Provinsi Papua Selatan sepanjang 80,5 kilometer.
Kontrak paket pekerjaan pembangunan itu telah diteken Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Penandatanganan itu menandai langkah penting kementerian yang dipimpinnya dalam mempercepat infrastruktur konektivitas pada pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam – Muting sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden No. 14 Tahun 2025.
Baca juga: Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi
Penandatanganan kontrak dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan, Ditjen Bina Marga Kementerian PU dengan kontraktor pelaksana KSO PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya, PT Batulicin Beton Asphalt, dan PT Modern Widya Tehnical dengan disaksikan oleh Menteri PU Dody Hanggodo dan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti di Gedung Serbaguna Kementerian PU, belum lama ini.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar dalam mendorong produktivitas kawasan. “Merauke memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan. Kementerian PU mendukung penuh melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air dan konektivitas jalan agar kawasan ini dapat berproduksi sepanjang tahun dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.
Dia juga menyampaikan bahwa Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II merupakan titik awal komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), yang menargetkan Merauke sebagai salah satu lumbung pangan baru di Indonesia Timur.
Pembangunan Jalan KSPP Wanam – Muting Segmen II memiliki arti strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di Papua Selatan. Pembangunan tersebut dapat menjadi contoh praktik terbaik (best practice) dalam pelaksanaan pembangunan jalan di kawasan timur Indonesia yakni pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang nyata.
Baca juga: Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja
Penandatangan paket kontrak itu telah melalui proses tender prakualifikasi sejak 11 Agustus 2025 dan dimenangkan oleh KSO PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya, PT Batulicin Beton Asphalt, dan PT Modern Widya Tehnical.
Total nilai kontrak pekerjaan fisik sebesar Rp4,8 triliun dengan lingkup pembangunan jalan sepanjang 80,5 km dan tiga jembatan. Masa pelaksanaan kontrak paket ini selama 720 Hari Kalender dan ditargetkan selesai paling lambat 25 Oktober 2027.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar berpesan kepada penyedia jasa agar bekerja dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab, menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, serta memastikan pelaksanaan tepat waktu dan tepat mutu.
Baca juga: Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing
Dirjen Roy juga meminta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II untuk memperhatikan aspek keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kementerian PU berharap pembangunan jalan ini dapat memperlancar arus logistik, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan membuka akses bagi masyarakat menuju pusat produksi pangan di Papua Selatan, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan kemandirian bangsa. (vit)
Editor : Vita Kartono