Harga Minyak Bakal Terus Melonjak Jika Konflik Iran Terus Berlanjut

wartalentera.com
Kantor IMF di Washington DC. (dok Warta Lentera)

WARTALENTERA - Analis ekonom dunia memprediksi ekonomi global akan memburuk secara signifikan apabila konflik Iran berlanjut hingga 2027.

Dari berbagai sumber, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan prospek ekonomi global akan memburuk secara signifikan apabila konflik Iran berlanjut hingga 2027 dengan harga minyak berada di kisaran USD125 (Rp2,1 juta) per barel.

Baca juga: AS Tembak Kapal-Kapal Sipil Milik Iran

"Jika situasi ini berlanjut hingga 2027 dan harga minyak berada di sekitar USD125, kurang lebihnya, maka kita harus menunggu hasil yang jauh lebih buruk," kata Georgieva dalam acara Milken Institute pada Senin (4/5/2026).

Dia mencatat skenario tersebut dapat mendorong inflasi lebih tinggi serta menyebabkan ekspektasi inflasi menjadi tidak terkendali. Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Baca juga: Pendapatan Iran Tembus Rp258 Triliun Dari Selat Hormuz

Awal April, Amerika dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan melakukan pembicaraan di Islamabad, yang sayangnya berakhir tanpa hasil. Presiden AS Donald Trump lalu memperpanjang gencatan senjata untuk memberi waktu bagi Iran dalam menyusun "proposal terpadu".

Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, hingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Baca juga: Menakar Langkah Iran di Selat Hormuz, Luhut: Tidak Mungkin Ditutup Permanen

Namun demikian, Trump mengatakan dia mulai melihat harga energi turun dan memperkirakan harga akan merosot signifikan setelah perang berakhir. (vit)

Editor : Novita Amelilawaty

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru