warta lentera great work
spot_img

Cegah Demensia Rutinkan 4 Hal Sederhana Ini

Faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat umumnya menjadi penyebab utama demensia.

WARTALENTERA – Dunia modern saat ini dengan berbagai kesibukannya meningkatkan risiko pikun atau demensia. Jumlah Orang Dengan Demensia (ODD) di Indonesia diprediksi akan mencapai 2 juta orang pada 2030 atau meningkat sekitar 67 persen dibanding 2016.

Faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat umumnya menjadi penyebab utama. Pikiran negatif seperti galau yang berkepanjangan, berpikir negatif, stres, dan depresi yang dibiarkan dalam waktu yang lama juga membuat risiko demensia semakin besar.

“Generasi muda berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup ODD, lansia, dan diri sendiri,” ujar Direktur Regional Alzheimer Asia Pasifik dan Founder Alzheimer’s Indonesia DY Suharya, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (19/11/2024).

Ia berharap, generasi muda tergerak untuk meningkatkan kualitas hidup diri sendiri dengan menjaga kesehatan fisik dan mental. Sehingga bisa berperan aktif mengontribusikan berbagai keahliannya untuk menciptakan lingkungan ramah demensia dan ramah lansia di Indonesia.

Penulis buku “Stop Pikun di Usia Muda” Yuda Turana mengatakan, banyak cara untuk menekan risiko pikun yang dapat berdampak pada demensia. “Berbagai fakta penelitian menunjukkan faktor hipertensi, diabetes, merokok, kurang tidur, stres, dan kesendirian akan mengakibatkan otak mengerut lebih cepat. Olahraga, nutrisi, dan kebiasaan hidup sehat dapat mencegah kepikunan,” jelas dia, terpisah, melansir detik, Selasa (19/11/2024).

Terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat berdampak positif pada kesehatan otak. Penelitian ilmiah telah menunjukkan, bahwa mengadopsi kebiasaan tertentu tidak hanya dapat mempertahankan tetapi juga meningkatkan kecerdasan dan kekuatan otak.

Dikutip dari India Times, berikut empat kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga otak bebas pikun di usia tua:

1. Membaca Secara Teratur

Membaca merupakan salah satu kebiasaan di pagi hari yang dapat meningkatkan fungsi otak. Membaca dapat merangsang pikiran, menambah pengetahuan, dan meningkatkan kosa kata.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, membaca secara teratur dapat memperlambat laju penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Terlibat dengan berbagai genre dan teks yang menantang, mendorong otak untuk berpikira kritis dan memahami ide-ide yang kompleks.

Baik itu fiksi, non-fiksi, surat kabar, atau jurnal, membaca membuat otak tetap terlibat dan aktif. Sebuah penelitian dari University of Liverpool menemukan bahwa orang yang membaca secara teratur mengalami peningkatan ketangkasan mental.

Tindakan membaca membutuhkan konsentrasi dan imajinasi yang membantu dalam mengembangkan koneksi saraf dan meningkatkan plastisitas otak.

2. Menjaga Rasa Ingin Tahu Tetap Hidup

Rasa ingin tahu merupakan kekuatan pendorong di balik pembelajaran dan inovasi. Pikiran yang ingin tahu selalu mencari informasi baru, mengajukan pertanyaan, dan mengeksplorasi berbagai perspektif.

Menurut penelitian dari University of California, rasa ingin tahu mempersiapkan otak untuk belajar, sehingga lebih muda untuk mengingat informasi baru. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa seseorang yang ingin tahu tentang suatu topik, otaknya cenderung mengingat informasi terkait dengan topik tersebut.

Mempertahankan rasa ingin tahu dapat sesederhana mencoba mempelajari sesuatu yang baru setiap hari, baik itu bahasa baru, alat musik, atau hobi.

3. Kualitas Tidur

Tidur yang berkualitas sangat penting untuk fungsi otak yang optimal. Selama tidur, otak memproses informasi dari hari itu, mengonsolidasikan ingatan, dan membersihkan racun.

Sebuah studi dari Universitas Harvard menemukan, bahwa tidur memainkan peran penting dalam pembelajaran dan ingatan. Tanpa tidur yang cukup, otak kesulitan menjalankan fungsi-fungsi tersebut, serta
memicu gangguan kognitif.

Karenanya, orang dewasa harus tidur selama 7 hingga 9 jam per malam. Jadwal tidur yang konsisten dan rutinitas waktu tidur yang menenangkan dapat meningkatkan kualitas tidur.

Selain itu, menghindari layar gadget sebelum tidur dapat menciptakan lingkungan tidur yang tenang juga dapat berkontribusi untuk istirahat yang lebih baik.

4. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup secara keseluruhan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan otak. Aktivitas fisik yang teratur, pola makan yang seimbang, dan pengelolaan stres, merupakan komponen utama gaya hidup sehat yang mendukung fungsi otak.

Menurut American Heart Association, latihan fisik meningkatkan aliran darah ke otak dan mendorong pertumbuhan neuron baru. Aktivitas seperti berjalan, berenang, atau yoga, dapat meningkatkan suasana hati dan kejernihan mental.

Nutrisi juga sama pentingnya. Pola makan yang kaya antioksidan, lemak sehat, vitamin, dan mineral, menyediakan bahan bakar yang diperlukan untuk otak. Selain itu, pengelolaan stres melalui praktik kesadaran, seperti meditasi dan pernapasan dalam, juga dapat meningkatkan fungsi kognitif. (sic)

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular