warta lentera great work
spot_img

Dapat Air Kiriman dari Bogor, Tiga Wilayah Bekasi Kebanjiran

BPBD Bekasi siapkan perahu untuk antisipasi evakuasi warga.

WARTALENTERA-Dapat air kiriman dari Bogor, tiga wilayah di Bekasi kebanjiran sejak pukul 01.00, Selasa (8/7/2025) dini hari. Masing-masing yaitu Gang Mawar dan Kampung Lengkak di Kecamatan Bekasi Timur, serta Kampung Lebak, Teluk Pucung di Bekasi Utara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Priadi Santoso, mengatakan, tiga wilayah itu terendam banjir sejak pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Puluhan personel BPBD telah diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir kiriman dari Bogor tersebut.

“20 personel dan tiga perahu sudah beroperasi di wilayah Bekasi Utara,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (8/7/2025). BPBD Kota Bekasi terus memantau Tinggi Muka Air (TMA) di hulu dan di Kali Bekasi serta menginformasikannya kepada masyarakat agar siaga dan dapat langsung mengambil tindakan.

“Terus menyiagakan personel di Mako untuk siap ke lokasi jika kondisi sudah membahayakan,” ujarnya.

Selain tiga titik yang disebut BPBD Bekasi, Kali Bekasi yang meluap juga menyebabkan banjir di sejumlah titik, salah satunya di Jalan RA Kartini, Gang Mawar 6, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa (8/7/2025).

Banjir datang sejak Senin (7/7/2025) malam sekitar pukul 23.30 WIB, merendam sedikitnya 70 rumah milik warga di lingkungan RT 08 RW 03, dan berdampak pada 150 kepala keluarga (KK). Ketua RT setempat, Boy Priadi, mengungkapkan bahwa tinggi air sempat mencapai 2 meter dan kini masih 1,5 meter.

Warga pun terpaksa mengungsi atau bertahan di lantai dua rumah mereka. “Sampai sekarang masih tergenang, ini ketinggian awal 2 meter, kalau sekarang sekitar 1,5 meter,” kata Boy, Selasa (8/7/2025).

Boy menjelaskan, banjir kali ini disebabkan oleh luapan Kali Bekasi, dan tanggul yang rendah disebut menjadi penyebab utama air mudah masuk ke permukiman. “Ini karena luapan Kali Bekasi. Tanggul yang ada di dekat kami itu rendah, jadi memang harus diperbaiki,” ujarnya.

Warga Margahayu memang dikenal sebagai daerah langganan banjir, terutama ketika hujan deras mengguyur hulu sungai di Bogor atau terjadi kiriman air dari hulu Kali Bekasi. BPBD Kota Bekasi telah mengerahkan satu unit perahu karet untuk membantu evakuasi warga, terutama lansia dan anak-anak.

“Sebagian ada yang mengungsi, sebagian ada yang bertahan di lantai dua,” jelas Boy. Sebagian warga tetap memilih bertahan karena khawatir kehilangan harta benda dan sudah terbiasa dengan kondisi serupa. (sic)

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular