warta lentera great work
spot_img

Jadi Sasaran Utama Serangan Siber Global, Holding Industri Pertambangan Perkuat Sekuriti Sistem Digital

WARTALENTERA – Industri pertambangan menjadi salah satu sasaran utama serangan siber global. Karena itu, holding Industri Pertambangan Indonesia atau Mind ID terus memperkuat sistem keamanan siber.

Dalam memperkuat sistem keamanan siber, Mind ID menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Dengan kerja sama ini, Mind ID berharap bisa melindungi aset penting negara.

Direktur Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan, di era digital saat ini, data perusahaan bukan sekadar angka. Sehingga sangat diperlukan untuk menerapkan sistem keamanan yang mumpuni dalam melindungi data tersebut.

“Semua data perusahaan merupakan aset penting. Arah kebijakan perusahaan akan lebih baik, jika didasarkan pada data perusahaan,” tegas Nailul di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Apalagi Mind ID bergerak di sektor pertambangan, sehingga data yang dimiliki pun semakin vital, mulai dari data terkait cadangan mineral, produksi, sampai distribusi. “Semuanya harus dijaga ketat. Apalagi kalau udah berbicara sumber daya strategis nasional. [Jika] gampang bocor, bisa jadi rebutan banyak pihak,” ujarnya menegaskan.

Karena itu penerapan sistem keamanan harus baik dan dibangun dari data yang kuat. “Keamanan siber wajib hukumnya. Jangan sampai, data tambangnya diobok-obok hacker,” sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Mind ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab menjaga cadangan mineral dan batubara. Serta kelangsungan proyek-proyek strategis yang menjadi tulang punggung hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Oleh karena itu, perseroan menerapkan sistem keamanan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik. Tetapi juga digital yang penjagaannya semakin kompleks mengikuti perkembangan teknologi terkini.

Hal ini merupakan bagian dari tata kelola perusahaan, dan upaya dalam menjaga operasional berkelanjutan.

Sebab, imbuh Maroef, keamanan siber bukan lagi isu teknis semata, melainkan bagian integral dari tata kelola korporasi dan ketahanan industri. “Karena itu sistem ini akan terus kami perkuat,” tandas Maroef di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Maroef menyampaikan, sebagai bagian dari pendekatan strategis, pihaknya secara konsisten memperkuat tiga elemen utama dalam pengamanan siber, yaitu people, process dan technology.

Menurut Maroef, sistem keamanan siber dijalankan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh anggota grup. Ini agar setiap entitas dapat saling ber­bagi informasi, meningkatkan deteksi dini dan membentuk respon kolektif terhadap berbagai potensi ancaman.

Dengan upaya ini, pihaknya berharap dapat menjaga kekayaan sumber daya alam dan proyek strategis nasional. “Serta menjadi kontributor utama dalam memperkuat ke­daulatan negara,” kata Maroef.

Di kesempatan yang sama, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengapresiasi langkah proaktif Mind ID yang telah menjalin kerja sama dengan BSSN sejak 2022. Ia menekankan, keamanan siber adalah sebuah sistem yang tidak dapat dibangun secara terpisah, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

Apalagi industri pertambangan mineral batubara merupakan salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi nasional.

“Sektor ini menjadi target utama pelaku serangan siber global, sehingga butuh persiapan yang matang dan kolaborasi berkelanjutan dari seluruh pihak,” ungkap Nugroho.

Dia menyebut, pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber oleh Mind ID merupakan langkah strategis yang patut dicontoh oleh korporasi lain di sektor vital nasional.

“Keamanan siber di lingkungan Mind ID sangat kru­sial bagi ketahanan nasional. Kami berharap, inisiatif ini terus dikembangkan secara berkelan­jutan,” tegas Nugroho.

Sepanjang periode Januari 2020 hingga April 2025, BSSN mencatat lebih dari 4,6 miliar aktivitas anomali trafik di Indonesia. Aktivitas tersebut meliputi malware, information leak, unauthorized access, system misconfiguration, hingga denial of service dan web application attack. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular