x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Ini Dampaknya Bagi Dunia!

Editor :

WARTALENTERA – Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis dan vital bagi dunia. Ancaman ini disampaikan Komandan Garda Revolusi Iran Sardar Esmail Kowsari ditengah perang Israel-Iran yang masih berkecamuk.

Lantas, apa dampaknya bagi dunia jika Iran melaksanakan ancamannya untuk menutup Selat Hormuz?

Mengutip Euronews, pakar intelijen dan keamanan Claude Moniquet ada empat dampak yang akan terjadi jalur perdagangan tersebut diblokir Iran. Pertama, pasokan berkurang dan harga minyak dunia akan melonjak tajam.

Selat Hormuz menjadi jalur distribusi 20 persen minyak di dunia, terutama di Eropa. Kawasan itu banyak mengimpor minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara seperti, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang sebagian besarnya melewati Selat tersebut.

Kedua, guncangan hebat pada ekonomi dunia. Harga minyak yang meningkat akan berdampak pada angka inflasi. Kenaikan harga dan pasokan yang menurun akibat tersendatnya jalur perdagangan, akan mengganggu jalannya berbagai industri.

Sektor manufaktur, transportasi, dan pertanian akan sangat rentan. Reaksi pasar dan volatilitas di bursa saham Eropa dapat menjadi efek berantai.

Ketiga, terjadi peningkatan tensi perang. Blokade dapat memicu konfrontasi militer yang melibatkan AS, angkatan laut Uni Eropa, dan negara-negara Teluk, yang berisiko memicu perang regional yang lebih luas.

Keempat, mandeknya perdagangan global dan naiknya biaya transportasi. Selat Hormuz merupakan rute utama untuk pengiriman global. Gangguan dapat menunda impor bahan baku, elektronik, dan barang-barang konsumen Eropa, yang mempengaruhi rantai pasokan. Premi asuransi untuk pengiriman dapat melonjak, sehingga meningkatkan biaya bagi bisnis dan konsumen Eropa.

Sebelumnya, Iran mempertimbangkan menutup Selat Hormuz usai diserang Israel.

"Selat Hormuz sedang dipertimbangkan (ditutup). Iran akan membuat keputusan terbaik dengan tekad. Tangan kami terbuka lebar untuk menghukum musuh, dan respons militer hanyalah sebagian dari respons kami secara keseluruhan," kata Kowsari, dikutip dari Euronews, Selasa (17/6/2025).

Sejarah konflik

Pada masa konflik Iran-Irak antara 1980 hingga 1988, yang menewaskan ratusan ribu orang di kedua belah pihak, kedua negara pernah menyerang kapal-kapal niaga di Teluk dalam peristiwa yang dikenal sebagai Perang Tanker.

Namun, meski situasi saat itu memanas, Selat Hormuz tidak pernah benar-benar ditutup. Dalam peristiwa yang lebih baru, yakni pada 2019, empat kapal diserang di dekat selat tersebut, tepatnya di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab, ditengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.

Washington menuduh Teheran sebagai pihak yang bertanggung jawab, namun Iran membantah tuduhan tersebut. Serangan terhadap jalur pelayaran kerap digunakan sebagai bentuk tekanan dalam situasi konflik.

Sejak meletusnya perang di Gaza, kelompok Houthi di Yaman juga telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Bab al-Mandeb, yang merupakan pintu masuk ke Laut Merah di sisi lain Semenanjung Arab.

Meski aksi Houthi berdampak pada perdagangan global, kapal-kapal masih bisa menghindari Laut Merah dengan berlayar memutar melewati Afrika atau melalui jalur yang lebih panjang, namun hal itulebih aman. Sebaliknya, tidak ada alternatif jalur laut yang memungkinkan pengiriman barang dari Teluk tanpa melewati Selat Hormuz.

Bahkan negara-negara yang tidak secara langsung mengimpor minyak dari kawasan Teluk tetap akan terdampak jika selat ini ditutup. Pasalnya, gangguan besar pada pasokan global akan menyebabkan lonjakan harga minyak per barel di pasar dunia.

Meskipun ancaman dari anggota parlemen Iran sudah dilontarkan, belum jelas apakah Iran benar-benar memiliki kemampuan atau kemauan untuk menutup Selat Hormuz. Langkah seperti itu hampir dipastikan akan memicu respons militer AS yang memiliki kekuatan angkatan laut aktif di kawasan tersebut. (inx)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.