WARTALENTERA – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan Siswa SMAN 2 Kudus, disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada kuah soto dan sambal dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.
Penemuan bakteri E-Coli dalam menu MBG ini berdasarkan hasil laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
“Temuan ini menjadi dasar kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, BGN juga melakukan investigasi untuk menelusuri proses pengolahan makanan. Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari yang mengolah dan mendistribusikan makanan itu belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan sebagaimana standar yang telah ditetapkan.
Nanik menegaskan bahwa BGN memandang kejadian ini sebagai bahan evaluasi baik bagi pelaksana Program MBG di wilayah Kudus maupun seluruh mitra penyedia makanan di daerah lain.
“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh penyelenggara MBG di daerah lain. Standar kebersihan dapur dan keamanan pangan tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, BGN akan memperkuat pengawasan, pendampingan teknis, serta penegakan standar operasional prosedur (SOP) bagi dapur penyedia MBG. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai tujuan, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Evaluasi dan perbaikan akan terus kami lakukan,” ucapnya. (inx)


