WARTALENTERA-Jumlah korban tewas tertimbun longsor di tambang galian C kawasan Gunung Kuda, Cirebon, hingga kemarin petang tercatat sebanyak 21 orang. Korban terakhir yang ditemukan adalah Puji Siswanto (50), warga Desa Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.
“Operasi pencarian sempat terkendala oleh material longsoran yang tebal dan medan yang terjal,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (3/6/2025). Namun, pihaknya tetap melakukan pencarian dengan batas waktu tanggap darurat hingga 6 Juni nanti.
Hingga hari ini, total 21 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian kemarin, terpaksa dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB karena terdeteksi adanya pergerakan tanah di area longsor.
Tim SAR melanjutkan pencarian terhadap empat orang yang masih hilang pada hari ini. Gunung Kuda sendiri merupakan kawasan perbukitan pasir dan batu dengan kemiringan lereng yang curam, melebihi 45 derajat.
Berdasarkan kajian risiko bencana, wilayah ini tergolong rawan longsor, bahkan tanpa aktivitas pertambangan. “Bukit dengan karakteristik serupa cukup banyak dijumpai di wilayah Jawa Barat,” sebutnya. (sic)


