warta lentera great work
spot_img

Tingkatkan Target Penyaluran KPR Sejahtera FLPP, Bank BJB Ikutan Bidik 10 Persen

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta Bank BJB untuk meningkatkan target penyaluran KPR Sejahtera FLPP.


WARTALENTERA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait 
meminta Bank BJB untuk meningkatkan target penyaluran KPR Sejahtera FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Jawa Barat.

Menteri PKP dan rombongan mengunjungi Kantor Pusat Bank BJB di Bandung. Dia menekankan adanya kenaikan kuota FLPP nasional sebanyak 350 ribu pada tahun ini dimanfaatkan sebagai kesempatan emas bagi bank penyalur KPR Sejahtera FLPP termasuk Bank BJB.

Diharapkan, Bank BJB dapat menggunakan fasilitas itu untuk menaikkan target jika sebelumnya hanya 5 persen menjadi 10 persen dari total penyaluran FLPP di Jawa Barat tahun lalu guna membantu masyarakat memiliki rumah subsidi pertama yang berkualitas dengan KPR yang terjangkau dan tetap selama masa tenor.

“Kalau target nasional FLPP 350 ribu unit di Jawa Barat penyaluran mencapai 30 persen maka ada pasar sekitar 105 ribu rumah subsidi. Saya minta Bank BJB minimal bisa mentargetkan 10 persen penyaluran FLPP di Jawa Barat atau sekitar 30 ribu atau 35 ribu untuk rumah subsidi masyarakat,” jelas Menteri PKP Maruarar Sirait di kantor pusat Bank BJB Bandung, Selasa (3/6/2025).

Menteri PKP juga melakukan “provokasi” kepada jajaran pimpinan Direktur dan pegawai di Bank BJB untuk berani meningkatkan target penyaluran FLPP di Jawa Barat. Berdasarkan data dari BP Tapera, kontribusi Bank BJB dalam penyaluran FLPP hanya 5 persen dari kuota nasional sehingga diperlukan terobosan dan inovasi agar lebih banyak masyarakat Jawa Barat yang bisa memiliki rumah subsidi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP juga melakukan diskusi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, Direktur Utama Bank BJB Yusuf Saadudin, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho guna membahas Optimalisasi Program KPR Sejahtera FLPP oleh Bank BJB di Jawa Barat.

“Saya akan kasih 10 orang pegawai terbaik Bank BJB untuk umroh dengan biaya dari uang pribadi jika target ini tercapai. Saya cinta sama Jawa Barat dengan sepenuh hati dan ingin masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Barat bisa memanfaatkan KPR FLPP dan memiliki rumah pertama yang berkualitas dan angsuran KPR FLPP yang terjangkau,” terang Menteri PKP.

Disampaikan pula, selama Indonesia merdeka baru pada tahun 2025 ini pemerintah meningkatkan target FLPP sebanyak 350 ribu dan merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah. Itu juga menjadi bukti Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto benar-benar memiliki program yang pro pada wong cilik karena rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi.

Sebagai informasi,  realisasi penyaluran FLPP Kuartal I Tahun 2025 yang mencapai 53.874 unit. Jumlah realisasi FLPP tersebut naik 1.173,92 persen dari pencapaian Kuartal I Tahun 2024 sebesar 4.229 unit rumah.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB  Yusuf Saadudin mengaku siap mendorong target capaian FLPP sesuai arahan Menteri PKP. Menurutnya hal ini menjadi tantangan bagi Bank BJB untuk berkiprah lebih baik dalam penyaluran FLPP bagi masyarakat Jawa Barat.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi pengembang perumahan di Jawa Barat untuk mengetahui jumlah pasokan rumah subsidi yang ada. Kami siap mendukung Program 3 Juta Rumah dan melaksanakan penyaluran FLPP lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular