warta lentera great work
spot_img

Kucing Bantu Ringankan Gejala Depresi dan Kecemasan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pemilik kucing cenderung mengalami penurunan tingkat kecemasan yang signifikan.

WARTALENTERA-Kucing dapat membantu meringankan gejala depresi dan kecemasan, yang menjadi masalah kesehatan mental. Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa interaksi dengan kucing dapat membantu meringankan gejala depresi dan kecemasan

Sebagai hewan peliharaan, kucing dikenal karena sifatnya yang mandiri namun penuh kasih. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Veterinary Behavior pada 2020 menunjukkan, bahwa pemilik kucing cenderung mengalami penurunan tingkat kecemasan yang signifikan.

Penelitian ini mengamati sekelompok individu yang merawat kucing dalam jangka waktu tertentu dan mengukur tingkat kecemasan serta gejala depresi mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi rutin dengan kucing, seperti merawat, memberi makan, atau hanya berada di dekat mereka, dapat meredakan perasaan cemas dan meningkatkan suasana hati.

Salah satu faktor utama yang menjelaskan fenomena ini adalah kemampuan kucing untuk meningkatkan kadar oksitosin hormon yang berperan dalam menciptakan perasaan tenang dan bahagia. Aktivitas sederhana seperti mengelus bulu kucing atau mendengarkan suara dengkuran mereka dapat merangsang pelepasan oksitosin, yang dikenal sebagai “hormon cinta.”

Oksitosin memiliki efek menenangkan yang dapat mengurangi stres dan kecemasan, serta membantu meringankan gejala depresi. Penelitian lain yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2020 juga mendukung temuan ini.

Dalam studi tersebut, pemilik kucing yang mengalami kecemasan sosial dan depresi melaporkan perasaan lebih baik setelah beberapa bulan merawat kucing mereka. Para peserta studi merasa lebih terhubung dengan dunia luar, serta lebih mampu mengatasi perasaan terisolasi yang sering kali menjadi pemicu utama kecemasan dan depresi.

Merawat kucing juga memberikan rasa tanggung jawab yang dapat membantu seseorang merasa lebih terstruktur dan fokus pada kegiatan positif. Banyak pemilik kucing yang merasa bahwa kewajiban untuk merawat hewan peliharaan mereka memberikan tujuan dan rutinitas yang bermanfaat dalam mengelola perasaan negatif.

Rasa kasih sayang yang diberikan oleh kucing juga berfungsi sebagai sumber dukungan emosional yang tidak menghakimi, yang memberikan kenyamanan bagi mereka yang merasa kesepian atau tertekan.

Selain manfaat fisiologis yang dapat diperoleh dari interaksi dengan kucing, perawatan kucing juga memperkenalkan elemen ketenangan dalam rutinitas harian.

Kucing yang cenderung tenang dan sering menghabiskan waktu tidur di dekat pemiliknya menciptakan lingkungan yang damai dan bebas dari kekacauan. Lingkungan yang tenang ini dapat mengurangi stres dan menciptakan suasana hati yang lebih positif. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular