WARTALENTERA-Mendagri Tito jadi Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di wilayah Sumatera, ini tugas utamanya. Tito Karnavian mengatakan akan bergerak cepat membentuk struktur satuannya. Bahkan, ia akan menggelar rapat, hari ini, Rabu (7/1/2026).
Menurut Tito, Presiden tidak memberikan target khusus kepadanya. Namun, dia bersama Letjen TNI Richard Tampubolon yang telah ditunjuk sebagai Wakil Ketua, akan sesegera mungkin menindaklanjutinya.
“Jadi besok (hari ini, Red) saya akan rapat berdua untuk menentukan apa langkah-langkah dan struktur,” kata Tito di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Tito pun membeberkan tugas-tugas apa saja yang akan dilaksanakan Satgas ini.
Utamanya, tertuju untuk percepatan pemulihan wilayah terdampak. “Ya melihat apa yang darurat mulai pemulihan infrastruktur, pendidikan, pemerintahan, pembangunan jalan, kemudian masalah perumahan, kemudian masalah fasilitas kesehatan, pelayanan publik, ya semua,” rincinya.
Ia menegaskan bahwa Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana ini hanya berfokus di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat saja. Untuk daerah lainnya, masih di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Ini bencana Sumatera. 3 provinsi 52 kabupaten kota. (Daerah lain) masih BNPB,” tuturnya.
Tugas Utama Satgas Rehabilitas Bencana Sumatera
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di wilayah Sumatra. Satgas tersebut diketuai Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Prabowo meminta satgas untuk membangun hunian untuk masyarakat di pengungsian. Ia pun tidak menetapkan batas waktu tertentu kerja untuk Satgas ini. “Prioritas utama adalah pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian,” kata Prasetyo di Hambalang, Selasa (6/1/2026).
Prasetyo menyampaikan bahwa hampir seluruh kementerian dan lembaga, termasuk kepolisian dan Kementerian PUPR, telah terlibat dalam pembangunan hunian serta pendataan kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat. “Untuk rumah rusak ringan dan sedang, akan segera dilakukan konsolidasi bantuan agar masyarakat dapat memperbaiki rumahnya masing-masing dan kembali beraktivitas,” sambungnya.
Ia pun mengungkap perbedaan dari kerja-kerja yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Satgas dalam kaitan penanganan bencana Sumatra ini. “Terkait perbedaan dengan BNPB, BNPB berfokus pada masa tanggap darurat, sedangkan Satgas ini menangani tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk perbaikan jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang terdampak bencana,” tutupnya. (sic)


