WARTALENTERA-MRT atau Mass Rapid Transit Jakarta bakal tembus ke Tangsel. Hal itu diungkapkan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, saat mengumumkan bahwa proyek MRT Jakarta tembus Tangsel akan segera diwujudkan.
Menurutnya, semua pihak serius agar proyek tersebut segera dibangun. “Kami harapkan seperti itu karena pihak-pihak PT MRT dan BSD serius untuk mewujudkannya,” ungkap Benyamin, dikutip Senin (5/5/2025).
Ia berharap, sejak penandatanganan kerja sama diteken, proyek bisa segera dibangun dalam waktu yang tidak terlalu lama moda transportasi ini akan dinikmati warga Tangsel untuk mobilitas ke Jakarta dan sekitarnya, sehingga mengurangi penggunaan kepadatan lalu lintas dari dan menuju Jakarta. “Warga Tangsel jadi tidak perlu ke Jakarta dengan kendaraan pribadi, baik roda 2 atau 4,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, rancangan proyek ini sudah melewati tahap uji kelayakan. Bahkan sudah beberapa kali dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Pusat mulai dari Kemenko Perekonomian, Bappenas, hingga Kementerian Perhubungan, Pemprov Jakarta dan Banten, Pemkab Tangerang, hingga Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PT MRT Jakarta (Perseroda).
FGD dilakukan untuk menyusun dan menentukan trase hingga model pembiayaan yang tepat untuk pembangunan proyek MRT Jakarta tembus Tangsel tersebut. “PT MRT dan pemangku kepentingan akan melakukan kajian lebih detil yang isinya trase, jenis moda dan skema pembiayaannya,” rincinya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menjelaskan, bahwa salah satu aspek penting dalam kajian ini adalah menentukan rute yang paling optimal. Ada dua pilihan trase.
“Jalur belum ditetapkan, masih ada pilihan antara lewat Pondok Cabe atau Ciputat, dan ada pilihan kedua melalui Bintaro. Jadi, kita masih mencari tahu mana yang lebih cepat dan efisien untuk diwujudkan,” jelasnya, dikutip dari website Pemerintah Kota Tangsel.
Berdasarkan kajian sementara PT MRT Jakarta, proyek ini akan mencakup dua koridor potensial, yaitu koridor utara dan selatan. Koridor utara akan melintasi jalur Pondok Aren-Serpong, sedangkan koridor selatan melalui Ciputat-Pondok Cabe.
Kedua jalur ini akan terhubung dengan stasiun utama di Lebak Bulus, Jakarta. Pilar optimistis, bahwa kedua koridor ini akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas dan perekonomian di Tangsel.
“InsyaAllah, dua-duanya bisa dibangun bersamaan. Justru ini akan lebih bagus karena kita akan punya dua jalur yang dapat meningkatkan konektivitas,” harapnya.
Menurut Pilar, proyek ini masih dalam tahap feasibility study yang dilakukan oleh PT MRT Jakarta, dengan hasil yang diharapkan selesai pada Desember mendatang. Saat ini Pemkot Tangsel masih dalam tahap sosialisasi dan diskusi intensif dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk PT MRT Jakarta, Pemprov Banten, Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan, serta pihak swasta.
Dengan berbagai langkah yang sudah diambil dan diskusi yang terus berlangsung, Pemkot Tangsel optimistis bahwa pembangunan MRT ini akan segera terwujud dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, perpanjangan jalur MRT dari Jakarta sangat penting bagi warga Tangsel. Sebab, sekitar 70 persen dari 1,5 juta penduduk Tangsel hilir mudik ke Jakarta.
Terkait skema pembiayaan, ia menyebut ada berbagai opsi pilihan yang dilakukan. Mulai dari skema G to G loan seperti pembangunan jalur MRT Jakarta yang sudah terbangun, lalu skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU, hingga skema swasta murni dan pembiayaan alternatif lainnya.
Proyek ini rencananya akan dilaksanakan yakni jalur MRT Lebak Bulus-Serpong, penyediaan lahan flyover Serpong dan underpass Jombang, serta pelebaran delapan titik simpang sebidang. (sic)


