warta lentera great work
spot_img

GOTO Ditinggal Komisaris dan Direksi Disaat Kinerja Moncer, Ada Apa?

Tinggal menunggu persetujuan RUPST.

WARTALENTERA-GOTO ditinggal Boy Thohir selaku komisaris dan tiga anggota direksi. Boy mengundurkan diri dari jabatan komisaris PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Selain Boy Thohir, Perseroan juga mengumumkan pengunduran diri tiga anggota Direksi. Dalam keterangan resminya, dikutip Senin (5/5/2025), perseroan telah menerima pengunduran diri dari beberapa anggota direksi dan komisaris.

Pada tanggal 30 April 2025, perseroan menerima pengunduran diri dari dua anggota Direksi yakni:

1. Thomas Kristian Husted, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Direktur

2. Nila Marita Indreswari, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur untuk fokus pada minat lain di luar Perseroan.

Lalu, pada 2 Mei 2025, perseroan menerima pengunduran diri dari satu anggota Dewan Komisaris dan satu anggota direksi:

1. Garibaldi Thohir, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris untuk fokus pada bisnis keluarga.

2. Pablo Malay, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur.

“Semua pihak yang mengundurkan diri akan tetap menjabat hingga pengunduran diri mereka disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),” tulis manajemen. Padahal, jika dilihat dari kinerja perusahaan, momentum positif dari kinerja keuangan emiten teknologi Tanah Air, GOTO terus berlanjut pada sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Gross Transaction Value (GTV) GOTO menyentuh angka Rp144,6 triliun, melesat 24 persen secara tahunan (yoy). Ini mendorong pendapatan perusahaan juga ikut meroket 37 persen yoy menjadi Rp4,2 triliun.

Adapun Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang disesuaikan tercatat sebanyak Rp393 miliar, meningkat 20,55 persen dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar Rp326 miliar. Capaian ini terhitung tiga kuartal berjalan EBITDA adjusted GOTO di level positif dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Pada tahun ini, GOTO mempertahankan guidance adjusted EBITDA dari rentang Rp1,4-1,6 triliun. Jika melihat dari posisi sekarang, maka dari target sudah terpenuhi 24,56-28,07 persen.

Pun jika mengacu pada laporan keuangan publikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/4/2025) lalu, ada kenaikan pendapatan yang ditunjang dengan penurunan beban-beban dalam 3 bulan di tahun ini. Total beban dan biaya berkurang hingga 11,9 persen menjadi Rp4,42 triliun dari sebelumnya yang mencapai Rp5,02 triliun.

Beberapa beban yang berhasil dipangkas di antaranya, beban penjualan dan pemasaran, beban umum dan administrasi, dan beban operasional dan pendukung. Beban penjualan dan pemasaran turun 10,5 persen menjadi Rp647 miliar dari sebelumnya Rp723 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi dipangkas 26,7 persen menjadi Rp1,09 triliun dari sebelumnya Rp1,49 triliun.

Di sisi lain, beban operasional dan biaya pendukung juga turun 9,5 persen menjadi Rp225,14 miliar dari sebelumnya Rp248,74 miliar. Dengan peningkatan pendapatan dan penurunan beban, Induk usaha Gojek dan GOTO Financial ini mencatatkan rugi periode berjalan Rp367 miliar, berkurang signifikan 61 persen dari rugi periode berjalan di kuartal I-2024 yakni rugi Rp937 miliar.

Adapun rugi bersih yang diatribusikan ke entitas induk juga menurun hingga 67 persen menjadi Rp283,33 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya rugi Rp861,91 miliar. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular