WARTALENTERA-Ribuan nyawa warga Palestina terancam, akibat blokade akses bahan bakar ke sejumlah RS. Pasalnya, rumah sakit di Jalur Gaza hanya memiliki bahan bakar yang cukup untuk beroperasi selama tiga hari ke depan.
Fakta tersebut diungkap Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Gaza, melihat kondisi di lapangan. “Saat ini, pasokan bahan bakar di rumah sakit hanya cukup untuk tiga hari. Blokade terhadap pasokan bahan bakar untuk rumah sakit akan menghentikan operasi mereka yang menggunakan generator listrik,” ungkap perwakilan Kemenkes Palestina, melansir Al-Jazeera, dikutip Senin (5/5/2025).
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Barsh juga mengungkapkan, sejak Israel melanjutkan serangannya di Gaza pada 18 Maret, lebih dari 2.400 orang tewas dan 6.400 lebih lainnya terluka. Saat itu, ia mengungkapkan, hanya 20 dari 38 rumah sakit di Gaza yang beroperasi sebagian.
Ia melanjutkan, penutupan akses pintu masuk ke wilayah kantong Palestina tersebut memperburuk situasi di Gaza dan berdampak buruk terhadap rumah sakit. Hal itu dilakukan Israel, usai pasukan Zionis Israel kembali menggempur Jalur Gaza lantaran kelompok pejuang Palestina, Hamas, menolak rencana Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata yang berakhir pada 1 Maret.
Israel kemudian memutus pasokan aliran listrik ke pabrik desalinasi di Jalur Gaza, serta menutup pintu masuk bagi truk-truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan. (sic)


