x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Cara Mengatasi Sinusitis: Kenali Penyebab dan Gejalanya

Editor :

JAKARTA – Sinusitis atau sering disebut penyakit sinus adalah peradangan pada dinding sinus, yaitu rongga kecil berisi udara yang terletak di sekitar hidung dan mata. Kondisi ini sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman, terutama karena hidung tersumbat, nyeri di sekitar wajah, sakit kepala, hingga kehilangan kemampuan penciuman.

Menurut para ahli kesehatan, sinusitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu sinusitis akut (berlangsung kurang dari 4 minggu) dan sinusitis kronis (berlangsung lebih dari 12 minggu, meski sudah ditangani).

Apa Penyebab Sinusitis?

Ada beberapa faktor yang dapat memicu peradangan sinus, di antaranya:Infeksi virus atau bakteri akibat flu atau pilek berkepanjangan.Alergi debu, serbuk sari, atau bulu hewan.Polip hidung (daging tumbuh di rongga hidung) yang menghambat aliran udara.Struktur hidung yang tidak normal, seperti septum menyimpang.Paparan polusi atau asap rokok secara terus-menerus.

Faktor-faktor tersebut menyebabkan pembengkakan pada lapisan sinus sehingga lendir tidak bisa mengalir keluar dengan baik, akhirnya menumpuk dan menimbulkan infeksi.

Bagaimana Cara Mengatasi Sinusitis?

Untuk mengatasi sinusitis, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, tergantung tingkat keparahannya:

Perawatan di rumah:

Menghirup uap hangat untuk membantu melegakan saluran pernapasan.Mengompres hangat di sekitar hidung dan mata untuk mengurangi nyeri.Menggunakan semprotan atau cairan saline untuk membersihkan hidung dari lendir.Istirahat cukup dan perbanyak minum air putih.

Perawatan medis:Jika gejala tidak membaik dalam beberapa minggu, dokter mungkin akan meresepkan:

Obat dekongestan untuk mengurangi pembengkakan hidung.Obat semprot hidung kortikosteroid untuk peradangan.Antibiotik, jika terbukti ada infeksi bakteri.Tindakan operasi, jika ada polip hidung atau kelainan struktural.

Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari

Pola makan juga berperan penting dalam mempercepat pemulihan sinusitis. Berikut makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari:

Produk susu berlebihan (susu, keju, es krim) karena bisa memicu produksi lendir lebih banyak.Gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh yang dapat memicu peradangan.Makanan tinggi gula dan pemanis buatan, karena memperburuk peradangan.Minuman beralkohol dan berkafein berlebihan, karena dapat menyebabkan dehidrasi.

Sebaliknya, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C (jeruk, lemon, paprika) untuk memperkuat daya tahan tubuh, serta makanan hangat seperti sup ayam yang membantu meredakan hidung tersumbat.

Sinusitis adalah penyakit yang umum, tetapi bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Mengenali penyebab, gejala, serta menghindari pantangan makanan adalah langkah penting dalam mempercepat pemulihan. Jika gejala berlangsung lama atau semakin parah, segera periksakan diri ke dokter spesialis THT agar mendapatkan penanganan yang sesuai. (kom)

Berita Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 05:10 WIB

Cek Kesiapan Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal Angkutan Nataru 2027

Pemerintah mulai memastikan kesiapan angkutan natal 2026 dan tahun baru (nataru) 2027.
Selasa, 03 Nov 2026 08:32 WIB

Dicibir Warganet Pakai Implan Payudara, Ini Jawaban Elegan Agnez Mo

Dicibir warganet pakai implan payudara, Agnez Mo jawab secara elegan.
Selasa, 03 Nov 2026 05:54 WIB

Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi

Pemerintah menjaga jalan tetap fungsional meskipun rawan longsor di Ruas Tapan-Batas Jambi.
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.