WARTALENTERA-Pola asuh orang tua narsistik bisa bikin anak kena mental. Tak sedikit anak tumbuh besar bersama sosok orang tua yang selalu ingin dikagumi, sulit menerima kritik, dan kerap mengabaikan perasaan anaknya.
Melansir PsychCentral, Selasa (13/5/2025), pola asuh seperti ini disebut pola asuh narsistik dan dapat menimbulkan luka batin yang terbentuk sering kali memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri dan menjalin hubungan dengan orang lain. Meski proses penyembuhan tidak selalu mudah, tapi ada beberapa tips agar pola asuh tidak menjadi luka batin bagi anak:
- Memaafkan Tanpa Membenarkan Perilaku Orang Tua
"Memaafkan seseorang atas perilakunya bukan berarti membenarkan tindakan tersebut,” demikian dijelaskan dalam penelitian tersebut. Anda bisa memaafkan sambil tetap memahami bahwa perlakuan tersebut tidak benar," tulis jurnal tersebut.
- Memutus Siklus yang Berulang
- Meresapi Rasa Kehilangan
Kehilangan ini bisa meliputi tidak adanya penerimaan tanpa syarat, atau tidak punya ruang untuk mengembangkan jati diri. Mengakui dan memproses kehilangan ini adalah bagian dari perjalanan pemulihan.
- Menetapkan Batasan Sehat
Menetapkan batasan eksternal lebih memungkinkan dilakukan saat anak sudah dewasa dan tidak lagi tinggal bersama orang tua. (sic)
Editor : Sicillia Tan