x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Mensos Ajak Daerah Kawal DTSEN dan Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan

WARTALENTERA–Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak seluruh kepala daerah untuk turut aktif mengawal program pemerintah pusat dalam upaya mengentaskan kemiskinan, khususnya melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ajakan ini disampaikan saat Mensos menerima audiensi dari lima kepala daerah di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, pada Rabu (21/5/2025).

“Bapak-ibu sekalian, saya ingin dua hal ini. Jadi, memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan sosial dengan menggunakan DTSEN. Yang kedua, memutus mata rantai kemiskinan, salah satunya dengan menyelenggarakan Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah Yusuf.

DTSEN Jadi Landasan Kebijakan yang Tepat Sasaran

Menurut Mensos, penggunaan DTSEN bertujuan untuk mengarahkan kebijakan pemerintah agar lebih tepat sasaran dan mengurangi bias akibat tumpang tindih data. Dengan data tunggal ini, program pembangunan menjadi lebih konvergen dan terukur.

DTSEN juga memberikan gambaran lengkap profil sosial ekonomi penduduk Indonesia, sehingga strategi pengentasan kemiskinan dapat dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Mensos juga meminta agar pemerintah daerah menyiapkan target jumlah penerima manfaat yang dapat “naik kelas” atau tergraduasi, sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos). “Bantuannya adalah bantuan pemberdayaan. Bisa di Kementerian Sosial, tapi jelas lebih banyak lagi kalau di kementerian lain. (Kementerian) UMKM, Koperasi, dan lain sebagainya. Nanti kita dorong ke sana. Jadi yang lulus ini nama-namanya kita kirim ke kementerian lain,” jelasnya.

Sekolah Rakyat: Strategi Pendidikan untuk Putus Kemiskinan

Selain DTSEN, Mensos menekankan pentingnya Sekolah Rakyat sebagai solusi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi.

Sekolah ini berbentuk berasrama dan gratis, khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang berada di desil 1 dan 2 DTSEN.

“Melalui Sekolah Rakyat, kita harap akan lahir lulusan-lulusan yang menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkap Mensos.

Sekolah Rakyat menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam sektor pendidikan untuk memfasilitasi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Pada tahun ajaran baru Juli mendatang, sebanyak 63 Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi. Sebaran lokasi sekolah tersebut meliputi:

  • Pulau Jawa: 34 titik
  • Sumatera: 13 titik
  • Sulawesi: 8 titik
  • Bali dan Nusa Tenggara: 3 titik
  • Kalimantan: 2 titik
  • Maluku: 2 titik
  • Papua: 1 titik

Dengan sinergi pusat dan daerah dalam mengawal DTSEN dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat mempercepat pengentasan kemiskinan dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu