x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Bali Bersiap Olah Sampah Jadi Listrik, Dimulai Juli 2025

WARTALENTERA - Pemerintah pusat mulai mengarahkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah di Bali dengan pendekatan berkelanjutan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Indonesia (BPLHI), Hanif Faisol Nurofiq, memastikan bahwa persiapan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) akan dimulai pada Juli 2025.

“Mulai bulan Juli kami kejar lakukan penyiapan segala peraturan yang diperlukan, mulainya (pembangunan) mungkin setelah 2025 karena proses perizinan enam bulan itu sudah sangat jago,” kata Hanif Faisol saat mengunjungi TPA Suwung, Denpasar, Selasa (27/5/2025).

Menurutnya, tahapan awal akan difokuskan pada pengurusan perizinan, termasuk izin lingkungan, tata ruang, serta pemenuhan berbagai aturan teknis. Ia menargetkan proses ini bisa rampung paling lambat akhir tahun. “Harapan kami Desember akhir, 33 unit yang memang menjadi sasaran sesuai dengan arahan presiden, akan selesai proses perizinannya,” ujar Hanif Faisol.

Proyek ini ditargetkan mulai memasuki tahap pembangunan pada awal 2026, dan akan dikawal langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU). Setelah pembangkit rampung, energi listrik dari sampah tersebut akan langsung tersambung ke jaringan PLN. Pemerintah juga menjanjikan akan memberikan subsidi pembelian listrik sebagai timbal balik bagi Bali.

Menteri LH meminta Pemerintah Provinsi Bali untuk mulai memastikan dua hal penting: ketersediaan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari sebagai bahan bakar, serta menyiapkan lokasi khusus untuk fasilitas pengolahan tersebut.

Ia juga memastikan bahwa proyek ini akan didukung melalui dana APBN. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya pemilihan teknologi yang tepat agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan masalah baru.

“Saya tidak ingin kejadian di tempat lain terulang di Bali,” tegasnya. Ia mencontohkan kasus RDF Rorotan yang awalnya dirancang mampu mengolah 2.500 ton sampah per hari, namun gagal mencapai target akibat pencampuran sampah organik yang menimbulkan bau.

“Ternyata saat dioperasionalkan baunya muncul, karena itu sampahnya campur organik dan ini yang jadi masalah utama bukan RDF-nya, tapi teknologi yang digunakan RDF adalah teknologi untuk sampah yang sudah terpilah,” kata Hanif.

Karena itu, ia meminta agar proyek pengolahan sampah di Bali mengadopsi teknologi terbaik dan bukan hasil improvisasi. Harapannya, Bali dapat menjadi contoh baik dalam pengelolaan sampah modern berbasis energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu