x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Melihat TPST BLE Banyumas yang Ubah Sampah Plastik Jadi Genteng

WARTALENTERA - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas, Jawa Tengah mampu mengubah sampah menjadi genteng dan paving block.

Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas pengolahan sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti genteng dan paving block di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam siaran video YouTube Sekretariat Presiden yang dipantau di Jakarta, Prabowo mengamati secara saksama produk hasil olahan sampah plastik berupa genteng dan paving block yang kini telah digunakan sebagai material fasilitas umum di daerah setempat.

Presiden terlihat sesekali memegang produk tersebut sembari mendengarkan penjelasan dari petugas mengenai ketahanan dan proses produksinya.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai berbagai kegiatan pengolahan sampah yang dilakukan oleh petugas. Prabowo menyimak penjelasan bagaimana alur program dijalankan mulai dari pemilahan hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan atau digunakan kembali oleh masyarakat.

Presiden juga mengamati produk-produk olahan sampah organik yang dihasilkan oleh fasilitas di Desa Wlahar Wetan tersebut. Beberapa produk yang dipamerkan meliputi pelet organik untuk pakan ikan, serta maggot dalam kondisi kering maupun hidup yang bermanfaat sebagai pakan ternak tinggi protein.

Fasilitas TPST BLE Banyumas sendiri merupakan infrastruktur pengelolaan sampah modern yang menerapkan teknologi pemilahan otomatis dengan kapasitas mencapai 75 ton per hari. Lokasi tersebut mengolah residu sampah yang dikumpulkan dari berbagai TPST di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.

Salah satu keunggulan yang ditonjolkan di lokasi ini adalah metode One Day Process yang menggunakan teknologi mesin khusus. Sistem ini menjamin bahwa setiap sampah yang masuk ke fasilitas tersebut akan tuntas diproses dalam waktu satu hari, sehingga tidak terjadi penumpukan limbah di area kerja.

Melalui pendekatan tersebut, TPST BLE Banyumas berupaya mencapai target Zero Waste to Landfill. Kebijakan itu memastikan bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tidak lagi berfungsi sebagai tempat penimbunan sampah terbuka, melainkan bertransformasi menjadi pusat produksi barang-barang bernilai ekonomi tinggi.

Selain genteng dan paving block, fasilitas tersebut juga menghasilkan bahan bakar alternatif berupa Refuse-Derived Fuel (RDF) dan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). Produk-produk tersebut digunakan sebagai campuran batu bara di PLTU maupun industri semen, yang sekaligus mendukung upaya transisi energi hijau di Indonesia. (vit)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu