x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tragedi Longsor Gunung Kuda: Kronologi, Fakta, dan Upaya Penanganan

WARTALENTERA – Bencana longsor tragis kembali mengguncang Jawa Barat, tepatnya di area tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB dan menewaskan sedikitnya 17 orang, serta masih ada sejumlah korban yang belum ditemukan hingga hari ketiga pascakejadian.

Penyebab Longsor Menurut Badan Geologi

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, M. Wafid, mengungkapkan beberapa faktor utama penyebab bencana ini. Di antaranya:

  • Kemiringan lereng sangat terjal, lebih dari 45 derajat.
  • Aktivitas tambang terbuka menggunakan metode under cutting.
  • Kondisi tanah pelapukan dan batuan yang labil.

Secara geografis, lokasi longsor berada di koordinat 6,77399° LS dan 108,40123° BT.

"Gerakan tanah longsor diperkirakan berupa longsoran atau runtuhan bahan rombakan (batu dan tanah) yang dipicu oleh kemiringan lereng yang sangat terjal dan gangguan pada lereng akibat pemotongan lereng," jelas Wafid, Sabtu (31/5/2025).

Kondisi Geologi dan Zona Rawan Longsor

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Arjawinangun, lokasi tersebut tersusun oleh batuan Andesit Hipersten (Hya), dengan komposisi hipersten, plagioklas, dan sedikit kuarsa. Daerah ini juga termasuk dalam:

  • Zona Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi
  • Wilayah Prakiraan Gerakan Tanah Tinggi (Mei 2025)

“Artinya, daerah ini memiliki potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah, terutama jika curah hujan di atas normal,” kata Wafid.

Tim SAR dan K9 Diterjunkan

Kepolisian Daerah Jawa Barat mengerahkan Unit K9 untuk membantu pencarian korban tertimbun. Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebutkan, sejak pagi anjing pelacak telah menyisir zona rawan.

"Dua instruktur dan tiga ekor anjing pelacak dikerahkan untuk mendukung proses penanggulangan. Ini adalah atensi langsung dari Bapak Kapolda Jabar," ujarnya.

Korban Meninggal Terus Bertambah

Hingga Sabtu petang (31/5/2025), total korban tewas yang ditemukan mencapai 17 orang, termasuk tiga jasad yang baru ditemukan pada hari kedua. Ketiga korban ditemukan dalam satu lokasi dan dikenal sebagai warga Kabupaten Cirebon:

  • Sakira (44) – Kelurahan Cikeusal, Kecamatan Gempol
  • Sanadi (47) – Kelurahan Cikeusal, Kecamatan Gempol
  • Sunadi (30) – Kelurahan Girinata, Kecamatan Dukupuntang

“Ketiga korban ditemukan di titik yang sama dengan penemuan sebelumnya pada pukul 16.00 WIB,” jelas Letkol INF Mukhammad Yusron, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon.

Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Arjawinangun untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Kondisi Lapangan Menantang Proses Evakuasi

Evakuasi sempat dihentikan karena hujan deras dan longsor susulan yang berisiko terhadap keselamatan tim. Delapan orang diperkirakan masih tertimbun, dan pencarian akan difokuskan kembali Minggu dengan bantuan anjing pelacak.

Letkol Yusron menjelaskan bahwa asesmen akan dilakukan sebelum operasi hari ketiga dilanjutkan. “Keselamatan tim adalah prioritas utama,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa akan dilakukan pemecahan batu besar di sektor timur, selama tidak menimbulkan longsor baru.

Pemerintah Resmi Tutup Tambang Galian C Gunung Kuda

Sebagai bentuk penanganan pasca-bencana, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memerintahkan penutupan tambang secara permanen.

“Perusahaan itu ditutup untuk selamanya,” ujar Dedi dalam siaran pers Humas Provinsi Jawa Barat, Jumat, 30 Mei 2025.

(kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu