x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tim SAR Cari 65 Korban Hilang, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Longsor Susulan

Editor :

WARTALENTERA-Tim SAR cari 65 korban longsor yang masih tertimbun di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (26/1/2026). Direktur Operasi Badan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo mengatakan, pihaknya mengerahkan sembilan alat berat dan tujuh alat pompa air untuk membantu proses evakuasi

“Jadi, hari ketiga ini kita akan melakukan operasi seperti sebelumnya. Untuk hari ini, kita akan mengerahkan sembilan alat berat (excavator) dan tujuh alat alkon (pompa air),” ungkapnya dalam keterangan kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Dirinya menjelaskan jumlah keseluruhan personel yang dikerahkan dalam operasi hingga hari ini hampir mencapai 1.000 orang personel dari berbagai unsur gabungan. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya pada hari ini melibatkan 12 anjing K-9 yang merupakan bantuan gabungan dari kepolisian serta Kantor SAR Semarang.

"Pihak kami juga hari ini sudah melibatkan 12 anjing K-9 dari kepolisian serta Kantor SAR Semarang," tambahnya. Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan operasi pencarian hari ini akan dilakukan seperti sebelumnya dengan membagi sektor menjadi A di sisi timur dan B di sisi barat, lalu diperkecil menjadi beberapa sektor khusus.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut sebanyak 25 kantong jenazah korban longsor berhasil dievakuasi dan 17 di antaranya telah diidentifikasi.

Badan Geologi Ingatkan Ancaman Longsor Susulan

Badan Geologi Kementerian ESDM mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman longsor susulan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bencana gerakan tanah berupa longsor di Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2025), dipicu curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian. "Faktor pemicu utamanya adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng," ujarnya, dalam keterangannya, yang dikutip di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Selain faktor hujan, lanjut Lana, gerakan tanah di Pasirlangu juga dipengaruhi kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunung api tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.

Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama. Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, turut memperbesar risiko longsor dan menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.

"Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas," jelas Lana. Pascakejadian, Badan Geologi memberangkatkan tim tanggap darurat (TTD) ke lokasi bencana.

Tim telah melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab gerakan tanah serta menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak seluas 30 hektare. "Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada di lokasi terjadinya tanah longsor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya.

Tim yang beranggotakan 10 orang, yang terdiri atas 5 tim teknis dan 5 nonteknis tersebut akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah dan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana sebagai bagian dari mitigasi bencana yang mungkin dapat terulang kembali. Wilayah terdampak merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi.

Badan Geologi meminta warga di sekitar lokasi longsor untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Masyarakat yang tinggal di dekat lereng curam diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi," imbaunya.

Dalam proses penanganan bencana, Badan Geologi juga mengingatkan agar keselamatan petugas di lapangan menjadi perhatian utama. "Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas," imbuhnya. (sic)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.