x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Diambang Final: Pembebasan Tarif Ekspor ke Pasar Eropa

WARTALENTERA - Pembebasan tarif untuk produk ekspor ke pasar Eropa, kemungkinan besar dapat dinikmati Indonesia. Pembebasan tarif ini menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa (EU).

Setelah negosiasi panjang selama sembilan tahun dan 19 putaran perundingan, kedua pihak akhirnya menyepakati sejumlah isu strategis. Kesepakatan ini diproyeksikan mulai berlaku dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers dari Brussels, Belgia, Sabtu (7/6/2025) malam waktu Indonesia. Konferensi pers tersebut disiarkan secara virtual.

“Perundingan sudah memasuki tahap final. Seluruh ganjalan telah diselesaikan dan kami akan segera melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujar Airlangga.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, Indonesia dan Uni Eropa memiliki karakter komoditas yang komplementer, bukan saling bersaing secara langsung. Hal ini memperkuat potensi integrasi rantai pasok global.

Dengan populasi Uni Eropa mencapai 450 juta jiwa dan Produk Nasional Bruto (PNB) sebesar 19,5 triliun dolar AS, serta Indonesia dengan 280 juta jiwa dan ekonomi sebesar USD1,4 triliun, pasar gabungan ini dinilai sangat menjanjikan.

“Uni Eropa mitra dagang kelima terbesar Indonesia. Nilai perdagangan tahun lalu mencapai USD30,1 miliar dengan surplus bagi Indonesia sekitar 4,5 miliar,” terangnya.

Perihal pembebasan tarif, Airlangga mengungkapkan, Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic telah menyelesaikan tinjauan akhir negosiasi dan menyepakati langkah strategis untuk merampungkan isu teknis yang tertunda.

Jika nanti disepakati secara final, maka dalam 1 sampai 2 tahun mendatang, CEPA akan langsung berdampak pada liberalisasi tarif yang signifikan.

“Hampir 80 persen produk ekspor Indonesia tidak lagi dikenakan tarif masuk,” ungkapnya.

Kesepakatan ini mencakup sejumlah sektor prioritas Indonesia, seperti energi terbarukan, kendaraan listrik serta industri padat karya. Dia menyebut industri padat karya yang dimaksud termasuk alas kaki, pakaian, hingga produk perikanan.

Sementara, untuk sektor minyak sawit dan hasil hutan, Airlangga mengungkapkan bahwa Uni Eropa memberikan perhatian khusus.

“Uni Eropa sudah sepakat memberikan perlakuan setara bagi produk perikanan kita, setara dengan Thailand dan Filipina,” katanya. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu