x  skyscraper
x  skyscraper

Pelindung Terumbu Karang dari Perubahan Iklim, Peneliti QUT Ungkap Peran Penting Plankton Pirosom

WARTALENTERA-Pelindung terumbu karang itu bernama plankton pirosom. Sebuah penelitian terbaru dari Australia menunjukkan, bahwa plankton raksasa yang dikenal sebagai pirosom dapat memainkan peran krusial dalam membantu terumbu karang bertahan dari dampak perubahan iklim.

Penelitian yang dipimpin oleh Queensland University of Technology (QUT) ini mendokumentasikan fenomena langka, saat karang yang memangsa makhluk laut bergelatin tersebut muncul di lepas pantai Timor Leste. Perilaku ini jarang ditemukan di alam liar.

Melansir laman QUT, Rabu (11/6/2025), fenomena itu mengindikasikan bahwa peningkatan ketersediaan makanan bisa mendorong ketahanan karang di laut yang memanas. Pirosom yang terkadang disebut "acar laut" itu, umumnya hidup di perairan dalam.

Namun, arus musiman dari Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow) belakangan ini membawa banyak pirosom ke pantai Timor Leste. Arus ini juga membawa air yang lebih dingin dan kaya nutrien, sangat mendukung ekosistem terumbu karang.

Rilis QUT menjelaskan, bahwa arus tersebut tidak hanya membantu mengatur suhu air yang berpotensi mengurangi pemutihan karang, tetapi juga meningkatkan ketersediaan makanan planktonik seperti pirosom. Seorang ilmuwan kelautan dari QUT Catherine Kim yang memimpin penelitian itu menyatakan, bahwa temuan tersebut menunjukkan proses alami yang dapat membantu terumbu karang, termasuk Great Barrier Reef, agar lebih tahan terhadap dampak perubahan iklim.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam Jurnal Ecology itu mengungkapkan, bahwa karang lebih mudah beradaptasi daripada yang diyakini sebelumnya. Terumbu karang yang mampu memangsa plankton lebih besar seperti pirosom dapat mempercepat pemulihan dari pemutihan karang serta meningkatkan pertumbuhan dan fotosintesis.

Studi tersebut juga mencatat bahwa sebagian besar terumbu karang di Timor Leste, yang terletak di Segitiga Karang (Coral Triangle) yang kaya keanekaragaman hayati, terhindar dari pemutihan massal. Hal tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh perairan yang lebih dingin dan peningkatan suplai plankton dari arus lintas Indonesia.

"Terumbu karang Timor Leste dapat menawarkan cetak biru untuk ketahanan karang di dunia yang sedang memanas ini," kata Kim. Dia menambahkan, bahwa penemuan ini menyoroti pentingnya memahami bagaimana interaksi antara arus laut dan jaring makanan dapat menciptakan perlindungan alami bagi terumbu karang. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu