x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kendaraan Listrik Masih Tren di 2025, PT DRMA Incar Peluang Bisnis Komponen EV

Editor :

WARTALENTERA - Industri otomotif khususnya kendaraan listrik masih berpeluang besar di 2025. Sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ancang-ancang mengincar peluang industri electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik untuk tahun depan.

Tak mau "ketinggalan kereta" dengan manufaktur otomotif dalam negeri lain, DRMA tengah mengembangkan Dharma Connect, yaitu ekosistem kolaboratif yang mendorong pengembangan kendaraan listrik. Ekosistem ini terbagi ke dalam lima segmen, yaitu DC Battery (battery pack & energy storage system), DC Power (slow & fast charging station), DC Motor (BLDC Hub & Mid Drive Motor), DC Solar, dan DC Cross (2W & 4W EV Conversion).

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso menjelaskan, perseroan melihat aturan pemerintah mengenai syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah menghadirkan peluang besar untuk pertumbuhan bisnis perseroan ke depan. "DRMA bertekad untuk meningkatkan kemampuan engineering dalam mengembangkan produk-produk yang belum memenuhi syarat minimal persentase TKDN," ujar Irianto, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (15/11/2024).

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan imbauan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartanto yang mengusulkan untuk melanjutkan beberapa insentif prioritas pada 2025, salah satunya insentif PPN satu persen untuk mobil listrik. Insentif itu berlaku khusus untuk kendaraan listrik yang diproduksi langsung di Indonesia dengan persentase TKDN minimal 40 persen.

Ia juga menambahkan, penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Kementerian Perindustrian mencatat sebanyak 172 ribu unit kendaraan motor listrik telah melintasi jalanan di Indonesia pada 2024, atau naik 48 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 116 ribu unit.

Dengan adanya peluang EV tersebut, dirinya optimistis, perseroan dapat mempertahankan kinerja pada kuartal IV- 2024. Plus ditopang oleh peningkatan efisiensi kerja dengan improvement secara terus-menerus dalam sistem produksi, salah satunya yaitu otomatisasi sistem produksi.

Dalam hal efisiensi, ia menjelaskan anak perusahaan yaitu PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI) telah meningkatkan lini produksi battery pack menjadi sepenuhnya otomatis. Melalui investasi yang berfokus pada produksi battery pack untuk sepeda motor listrik (2W EV) dan sistem penyimpanan energi baterai tersebut.

Ia berharap, perseroan bisa menggenjot pendapatan dari produksi battery pack seiring dengan semakin kencangnya derap pertumbuhan industri kendaraan listrik di Tanah Air. (sic)

Berita Terbaru
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.