x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

AI Jadi Ancaman Nyata, Perusahaan Keamanan Siber Ini Beber Fakta Terbaru

Editor :

WARTALENTERA-AI atau kecerdasan buatan jadi ancaman nyata bagi keamanan siber, karena banyak disalahgunakan orang. Perusahaan keamanan siber Kaspersky meminta seluruh lembaga dan perusahaan di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan kewaspadaan akan adanya potensi besar serangan siber menggunakan AI.

Peringatan ini disampaikan di tengah lanskap ancaman yang semakin kompleks, di mana AI menjadi pedang bermata dua dalam dunia keamanan siber. Menurut data Kaspersky, tahun lalu, pihaknya mencatat lebih dari 3 miliar serangan malware secara global, dengan rata-rata harian 467.000 file berbahaya terdeteksi.

Sistem Windows menjadi target paling sering, sementara deteksi Trojan meningkat 33�ri tahun ke tahun. Kejahatan siber finansial juga melonjak, ditandai dengan peningkatan dua kali lipat jumlah korban ancaman finansial seluler dan meningkatnya serangan phishing yang menargetkan aset kripto.

Aplikasi menyesatkan, termasuk VPN palsu, serta ancaman terhadap gamer dan anak-anak juga dilaporkan meningkat. Yang lebih mengkhawatirkan, 45% kata sandi dapat dipecahkan dalam waktu kurang dari satu menit.

Vladislav Tushkanov, selaku Manajer Machine Learning Technology Research Group di Kaspersky, menjelaskan, bahwa penjahat siber kini memanfaatkan AI untuk menciptakan konten phishing, mengembangkan malware, dan meluncurkan serangan rekayasa sosial berbasis deepfake. Ia juga memperingatkan tentang kerentanan bawaan Model Bahasa Besar (LLM), serangan rantai pasokan AI, dan masalah shadow AI yang berkembang, yaitu penggunaan alat AI tidak sah oleh karyawan yang dapat membocorkan data sensitif.

Kaspersky bahkan menemukan model AI berbahaya yang di-hosting di repositori publik. Lingkungan perusahaan kini rentan terhadap prompt injection (teknik serangan siber yang memanfaatkan kelemahan dalam LLM), kesalahan halusinasi AI, dan penanganan akun yang tidak aman dalam sistem AI generatif. Menanggapi ancaman ini, Kaspersky menekankan pentingnya Pusat Operasi Keamanan (SOC) generasi berikutnya yang harus berevolusi dengan integrasi AI.

"AI membentuk kembali lanskap ancaman dan pertahanan. Untuk tetap unggul, organisasi membutuhkan lebih dari sekadar alat, mereka membutuhkan SOC cerdas yang menggabungkan otomatisasi, intelijen ancaman, dan keahlian manusia. Itulah dasar untuk keamanan siber yang tangguh dan siap untuk AI," saran Adrian Hia, selaku Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Kaspersky mendesak perusahaan untuk mengadopsi strategi keamanan siber yang mendukung AI, termasuk solusi keamanan untuk mendeteksi malware dan ancaman berbasis AI, alat intelijen ancaman, kontrol akses, edukasi karyawan, dan pembentukan SOC. SOC adalah pusat komando terpusat yang memantau, mendeteksi, menganalisis, dan menanggapi insiden keamanan secara real-time.

Dengan berinvestasi pada sumber daya, teknologi, dan manusia yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan postur keamanan, mengurangi risiko, serta melindungi data sensitif, reputasi, dan keberlangsungan bisnis di tengah lanskap ancaman yang semakin kompleks. (sic)

Berita Terbaru
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.