x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Smart Greenhouse Jadi Model Baru Inovasi Pangan Berkelanjutan

Editor :

WARTALENTERA – Smart Greenhouse milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dapat dijadikan model baru inovasi pangan berkelanjutan. Semua tanaman yang dikelola di sini, tumbuh subur tanpa menyentuh tanah mineral sedikitpun.

Bangunan kaca di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, itu berdiri dengan kokohnya. Cuaca ekstrem di luar seakan tidak berlaku, sebaliknya suhu udara terasa stabil dengan kelembapan yang presisi.

Inilah Smart Greenhouse, sebuah laboratorium hidup yang kini menjadi mercusuar harapan bagi ketahanan pangan Indonesia. Fasilitas ini bukan sekadar bangunan pertanian biasa, namun buah dari diplomasi sains, sebuah hasil kolaborasi internasional antara BRIN dengan Korea Institute of Science and Technology (KIST) – Gangneung Institute of Natural Products dari Republik Korea.

Secara teknis, smart greenhouse mengandalkan sistem Internet of Things (IoT). Sensor-sensor canggih bekerja 24 jam memantau kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time.

Jika di lahan konvensional petani harus berjudi dengan musim, di sini, algoritma memastikan tanaman mendapatkan "diet" yang tepat—mulai dari intensitas cahaya hingga komposisi mineral cair.

Hasilnya? Efisiensi penggunaan air meningkat hingga 90 persen, penggunaan lahan lebih hemat, dan hasil panen lebih kaya nutrisi karena bebas dari kontaminasi tanah maupun pestisida berlebih.

[caption id="attachment_18338" align="aligncenter" width="300"]smart greenhouse Ilustrasi greenhouse.[/caption]

Pada Selasa (14/4/2026), delegasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) hadir untuk meninjau langsung bagaimana teknologi sensor dan automasi dapat menjadi jawaban atas tantangan malnutrisi dan ketimpangan pasokan pangan nasional.

“Kolaborasi dengan mitra internasional seperti KIST menunjukkan bahwa penguatan riset dan inovasi membutuhkan sinergi lintas negara untuk menghasilkan solusi yang berdampak luas dan berkelanjutan,” ujar Hida.

Dari laboratorium ke meja makan

Tantangan terbesar dalam dunia riset seringkali adalah "lembah kematian"—sebuah celah di mana inovasi hanya berakhir sebagai laporan di atas meja, tanpa menyentuh kebutuhan rakyat. Hida menekankan bahwa BGN ingin memastikan teknologi canggih ini tidak berhenti di balik pagar KST Soekarno.

Teknologi smart greenhouse memiliki potensi besar untuk mendukung program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan sistem ini, produksi sayuran bernutrisi tinggi dapat dilakukan di mana saja, bahkan di wilayah dengan tanah yang tidak subur atau area perkotaan yang padat.

“Kami berharap inovasi di sektor pangan ini tidak berhenti di tingkat riset, tetapi benar-benar terhubung dengan upaya pemenuhan gizi nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Hida.

Menurut Hida, pengembangan teknologi seperti smart greenhouse tidak hanya menjadi capaian di tingkat riset, tetapi harus mampu diimplementasikan secara nyata untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi nasional.

Di masa depan, integrasi antara kecerdasan buatan (AI) di dalam rumah kaca dengan kebijakan distribusi pangan nasional diharapkan mampu memangkas rantai pasok yang selama ini mahal. Model produksi pangan modern yang adaptif terhadap perubahan iklim global kini bukan lagi sekadar impian yang jauh di Korea, melainkan sedang diuji coba dan dimatangkan di tanah Cibinong.

BGN memandang bahwa sinergi antara riset, teknologi, dan kebijakan pemerintah adalah fondasi utama untuk membangun sistem pangan yang tangguh. Dengan kehadiran smart greenhouse ini, Indonesia sedang bersiap untuk tidak hanya sekadar memberi makan rakyatnya, tetapi memberi makan dengan cara yang lebih cerdas, sehat, dan berkelanjutan. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.